Palembang, Sumselupdate.com – Hujan deras yang mengguyur Palembang pada Minggu (5/4/2026) sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota.
Genangan air muncul hanya dalam waktu sekitar 30 menit setelah hujan turun, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat, sejumlah kendaraan mogok, serta aktivitas warga terganggu.
Beberapa titik utama yang dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi antara lain kawasan Kambang Iwak, Jalan Kapten A Rivai, Simpang Lima DPRD Sumsel, Jalan Angkatan 45, serta sejumlah ruas jalan protokol lainnya.
Kondisi tersebut membuat banyak pengendara memilih menghentikan perjalanan atau mencari jalur alternatif untuk menghindari kendaraan terjebak banjir.
Salah seorang warga Bukit, Wati, mengaku terpaksa menunda perjalanan saat hendak menjemput anaknya karena genangan di kawasan Kambang Iwak cukup tinggi.
“Dari Jalan Tasik mau ke Perumnas, tapi di Kambang Iwak airnya seperti lautan. Saya tidak berani lewat, jadi berhenti dulu di tempat ngopi padahal sudah harus jemput anak,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Heru, warga kawasan Angkatan 66. Ia menyebut air bahkan masuk ke dalam rumah meskipun bangunan telah ditinggikan.
“Air masuk ke rumah, padahal lantai rumah sudah tinggi. Air sudah setinggi lutut orang dewasa, seperti sungai, dan sampai sekarang belum surut,” katanya.
Menurutnya, banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras harus segera mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau begini terus, warga rugi karena kendaraan banyak mogok dan aktivitas terganggu. Harus ada solusi cepat,” tambahnya.
Berdasarkan laporan warga dan pantauan di media sosial, genangan juga terjadi di sejumlah titik lain seperti kawasan Sekip, UIN Raden Fatah, Lunjuk Jaya, Makrayu, Jalan Papera, Jalan Onglen, Jalan Rambang, Kampus UKB Pangkal 7 Ulu, Simpang V DPRD Provinsi, Simpang Polda, RSMH, Jalan Kolonel H Burlian, Jalan Basuki Rahmat, Simpang M Isa, Simpang Yayasan IBA, Simpang Ade Irma–Kapten A Rivai, Simpang Piere Tendean, Demang Lebar Daun, MP Mangkunegara, RA Rozak, hingga kawasan Dempo.
Warga berharap pemerintah segera mempercepat penanganan drainase dan normalisasi saluran air, mengingat genangan masih menjadi persoalan rutin setiap kali hujan dengan intensitas tinggi melanda kota tersebut.
(**)











