Trump Diam-diam Ganti Pesawat Usai KTT NATO, Air Force One Diduga Jadi Pengalih Perhatian

Writer: - Rabu, 12 Agustus 2026
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, pada 7 Juli 2026. (Xinhua/Mustafa Kaya)

Washington, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam mengganti pesawat saat meninggalkan Turkiye setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO bulan lalu.

Pergantian pesawat tersebut dilakukan dalam sebuah operasi keamanan rahasia. Pesawat kepresidenan Air Force One disebut sengaja digunakan sebagai pengalih perhatian untuk menyamarkan rute perjalanan Trump yang sebenarnya.

Read More

Laporan The Washington Post yang dikutip Xinhua pada Senin (10/8/2026) menyebutkan, Trump semula terlihat menaiki pesawat Air Force One di sebuah bandara di Ankara, Turkiye.

Namun, dalam skema yang sangat rahasia, Trump kemudian dipindahkan ke pesawat Air Force C-32A yang berukuran lebih kecil.

Manuver tersebut dilakukan untuk menyembunyikan rute perjalanan sebenarnya sekaligus meningkatkan keamanan presiden selama perjalanan internasional.

Yang menarik, proses pergantian pesawat itu disebut berlangsung tanpa diketahui sejumlah staf Gedung Putih maupun wartawan yang ikut dalam rombongan kepresidenan.

Menurut laporan tersebut, Trump bahkan keluar dari Air Force One melalui sebuah truk katering sebelum kemudian dibawa menuju pesawat alternatif.

Langkah tersebut membuat keberadaan Trump tetap tersembunyi dari pihak-pihak yang mungkin memantau pergerakan pesawat kepresidenan.

Operasi keamanan itu dilakukan setelah Trump menghadiri KTT NATO di Ankara dan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai keamanan perjalanan presiden AS ke luar negeri.

Gedung Putih membela penerapan protokol tersebut. Pemerintah AS menyatakan perlindungan terhadap presiden membutuhkan berbagai langkah keamanan, termasuk upaya menghindari perhatian terhadap pergerakan Trump.

Pergantian pesawat ini juga kembali menyoroti ketatnya sistem pengamanan dalam perjalanan kepresidenan AS.

Trump sebelumnya tiba di Turkiye menggunakan Boeing 747 yang baru dimodifikasi dan disediakan oleh Qatar. Namun, ketika meninggalkan negara tersebut, Trump justru menggunakan pesawat lain.

Gedung Putih belum mengungkapkan secara rinci alasan maupun mekanisme lengkap operasi pergantian pesawat tersebut.

Pemerintah AS menyebut detail tertentu tidak dapat disampaikan kepada publik karena berkaitan dengan pertimbangan keamanan presiden.

Pergantian pesawat secara diam-diam tersebut menunjukkan betapa ketatnya protokol pengamanan yang diterapkan terhadap Trump selama melakukan perjalanan internasional, termasuk penggunaan pesawat pengalih untuk menyamarkan pergerakan sebenarnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts