Teheran, Sumselupdate.com — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim negaranya telah memiliki infrastruktur teknologi yang memungkinkan produksi rudal dengan jangkauan jauh lebih besar.
Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa (22/9).
Namun, menurut Mohebbi, keputusan politik di dalam negeri masih diperlukan sebelum rudal dengan kemampuan jangkauan tersebut diproduksi.
Mohebbi mengatakan Iran akan memperkenalkan senjata baru dengan kemampuan jangkauan, akurasi dan daya hancur yang berbeda dalam setiap konfrontasi.
Ia juga menyebut medan perang sebagai tempat untuk menguji kemampuan persenjataan baru tersebut.
Dalam keterangannya, Mohebbi mengklaim Iran baru-baru ini menguji rudal baru terhadap sebuah kapal induk dan kapal perang milik Amerika Serikat (AS).
Menurut klaim tersebut, rudal Iran menghantam sebuah kapal induk AS yang berada dalam jarak sekitar 500 kilometer.
Mohebbi mengatakan serangan itu tidak melumpuhkan kapal induk tersebut, tetapi menyebabkan kerusakan.
Ia juga mengklaim Iran meyakini serangan tersebut menimbulkan korban, meskipun pihak AS tidak mengumumkan adanya korban akibat serangan tersebut.
Klaim tersebut muncul setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei sebelumnya mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB TV bahwa Iran telah melancarkan serangan penting terhadap sebuah kapal induk AS dalam kurun waktu 48 jam sebelumnya.
Menurut Rezaei, serangan tersebut dimaksudkan sebagai peringatan agar pihak yang disebutnya sebagai “musuh” menyadari bahwa blokade laut mereka rentan.
Hingga laporan ini ditulis, keterangan mengenai klaim serangan dan dampak terhadap kapal induk AS tersebut merupakan pernyataan dari pihak Iran.
(**)







