Palembang, Sumselupdate.com – Universitas Sriwijaya (Unsri) memberikan edukasi kesehatan kepada santri Pondok Pesantren Abi Ummi KH. Sarmadi, Kota Palembang, mengenai pentingnya menjaga postur tubuh, khususnya posisi duduk yang benar selama menjalani aktivitas belajar.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Postur Tubuh Sehat: Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Cara Duduk Ideal sebagai Upaya Meminimalisir Risiko Gangguan Fisiologi Tubuh” tersebut diikuti 40 siswa dan didampingi empat guru.
Melalui kegiatan ini, tim pelaksana Unsri mengajak para santri memahami risiko kebiasaan duduk yang tidak tepat serta menerapkan posisi tubuh yang sehat untuk menjaga kebugaran dan kenyamanan selama belajar.
Edukasi ini menjadi penting karena kebiasaan duduk dengan postur yang salah dan durasi terlalu lama dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri punggung dan leher.
Gangguan tersebut tidak hanya dapat mengurangi kenyamanan beraktivitas, tetapi juga berpotensi mengganggu kegiatan belajar apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Ketua tim pelaksana, Arwan Bin Laeto, S.Pd., M.Kes, menjelaskan bahwa kelompok remaja, termasuk santri, memiliki potensi mengalami gangguan muskuloskeletal akibat kebiasaan dan postur tubuh yang kurang tepat saat beraktivitas.
Karena itu, edukasi sejak usia sekolah diperlukan agar para santri memiliki pemahaman dan kebiasaan menjaga kesehatan tubuh.
Unsri Ajarkan Posisi Duduk yang Benar kepada Santri
Dalam kegiatan tersebut, materi edukasi disampaikan Catherine Dwi Augusthi, S.KM., M.KM, pakar ergonomi dan fisiologi kerja dari Bagian Fisiologi dan Fisika Medik Fakultas Kedokteran Unsri.
Mengangkat materi “Postur Duduk yang Baik dan Dampak Fisiologisnya”, Catherine menjelaskan pentingnya posisi duduk yang benar untuk menjaga kesehatan tubuh selama menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain berisiko menimbulkan gangguan muskuloskeletal, postur duduk yang tidak tepat juga berpotensi memengaruhi sistem pencernaan, saraf, serta aliran darah ke berbagai bagian tubuh.
Sementara itu, M. Iman Tarmizi Thaher, S.Kep., M.Bmd, memberikan demonstrasi langsung mengenai posisi duduk yang benar dengan melibatkan perwakilan santri sebagai model.
Para peserta diajak memperagakan posisi tubuh, kaki, kepala, serta bagian punggung yang tepat ketika duduk.

Arwan Bin Laeto juga menjelaskan bahwa postur tubuh yang kurang baik berpotensi memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar.
Menurutnya, gangguan aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak dapat berdampak terhadap fungsi tubuh, termasuk kemampuan berkonsentrasi.
Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih mudah mengantuk dan kesulitan mempertahankan fokus saat mengikuti pembelajaran.
Santri Praktik Langsung Menggunakan Teknologi Pendukung
Tidak hanya memberikan materi, tim Unsri juga mengajak peserta mengikuti pelatihan terpimpin dan simulasi penggunaan teknologi sederhana untuk mendukung kebiasaan menjaga postur tubuh.
Dalam sesi praktik, perwakilan santri diminta memimpin kelompoknya untuk memperagakan posisi duduk yang baik dan benar.
Tim pelaksana juga memperkenalkan Back Posture Magnetic Corrector, perangkat yang digunakan untuk membantu mengatur postur tubuh bagian atas, terutama bahu dan tulang belakang.
Penggunaan alat tersebut diperagakan sebagai salah satu upaya mendukung posisi tubuh yang lebih ideal ketika duduk.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan meja dudukan bahan bacaan ergonomis untuk membantu menjaga posisi kepala dan leher ketika membaca.

Melalui simulasi tersebut, para santri mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Kegiatan juga mencakup praktik gerakan peregangan otot dalam posisi berdiri maupun duduk serta pengenalan Scan Body Composition Monitor sebagai teknologi pemantauan komposisi tubuh.
Tim pelaksana turut mendistribusikan perangkat Back Posture Magnetic Corrector dan Scan Body Composition Monitor kepada mitra di Pondok Pesantren Abi Ummi KH. Sarmadi.
Siapkan Kader Santri untuk Keberlanjutan Program
Untuk memastikan edukasi tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tim pengabdian Unsri juga menyiapkan kader pelajar yang diharapkan dapat berperan sebagai pelatih latihan fisik dan fleksibilitas tubuh atau local sport trainer.
Dengan adanya kader tersebut, penerapan kebiasaan menjaga postur tubuh sehat di lingkungan pesantren diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan.
Sebelum pemberian materi, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan pengukuran pengetahuan awal melalui kuesioner serta observasi visual terhadap postur duduk peserta.
Hasil pengamatan awal menunjukkan sebagian besar peserta yang hadir memperlihatkan postur duduk yang belum ideal.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, diawali dengan pengenalan tim dan evaluasi awal, dilanjutkan edukasi, demonstrasi, praktik langsung hingga evaluasi kegiatan.

Program pengabdian masyarakat ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ketiga tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan serta program Diktisaintek Berdampak melalui riset dan inovasi yang menjawab persoalan nyata.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Arwan Bin Laeto, S.Pd., M.Kes selaku ketua tim, M. Iman Tarmizi Thaher, S.Kep., M.Bmd, Catherine Dwi Augusthi, S.KM., M.KM, dr. Budi Santoso, M.Kes, dr. Eka Febri Zulissetiana, M.Bmd, dr. Indri Seta Septadina, M.Kes, Apt. Moh. Firmansyah, S.Farm., M.Farm, serta drh. Winda Wahyu Setya Rahmah, M.K.M.
Melalui edukasi ini, Unsri berharap para santri semakin memahami pentingnya menjaga postur tubuh sejak usia remaja. Kebiasaan duduk yang benar, aktivitas peregangan dan kesadaran menjaga kebugaran diharapkan dapat mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam menjalani proses pembelajaran.
(**)







