Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 144 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang dilaporkan telah bekerja sebelum menyelesaikan pendidikan. Capaian ini menjadi sorotan dalam prosesi wisuda Poltekpar Palembang yang dihadiri Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, Kamis (15/10/2026).
Ni Luh mengapresiasi upaya Poltekpar Palembang dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang profesional, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat global.
Menurutnya, kesiapan lulusan memasuki dunia kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Mahasiswa yang sudah menjadi alumni sekarang telah sukses berkarier di berbagai sektor strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Poltekpar Palembang selalu konsisten membangun ekosistem pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Ni Luh.
Ia menjelaskan, pengembangan SDM berkualitas semakin dibutuhkan seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Indonesia.
Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, sebanyak 1,20 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta devisa pariwisata mencapai US$18,27 miliar.
Tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada Januari hingga Agustus 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 10,58 juta kunjungan atau tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan, meningkat 4,29 persen secara tahunan. Pada semester I 2026, devisa pariwisata Indonesia tercatat sebesar US$8,43 miliar.
Ni Luh menegaskan, pertumbuhan pariwisata harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan, pengalaman wisatawan, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta keberlanjutan destinasi yang kita jaga bersama. Adik-adik memiliki peran penting dalam membentuk masa depannya dan pariwisata Indonesia,” katanya.
Kepada para wisudawan, Ni Luh berpesan agar terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Ia juga mendorong lulusan mengembangkan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil peluang untuk berkembang.
Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan karier dan waktu bertumbuh yang berbeda. Karena itu, pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu menjadi bekal menghadapi tantangan dunia kerja.
Direktur Poltekpar Palembang, Iwan Riady, mengatakan lulusan kampus tersebut telah memperoleh kesempatan berkarier di dalam maupun luar negeri, terutama pada sektor perhotelan dan industri pariwisata.
Selain bekerja di perusahaan, sejumlah lulusan juga memilih jalur kewirausahaan dengan membangun usaha sendiri.
Iwan menjelaskan, pembelajaran selama kuliah serta kesempatan mengikuti program magang di luar negeri menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia profesional. Bahkan, sebagian mahasiswa telah mendapatkan kesempatan bekerja sebelum menerima ijazah.
“Para alumni sukses berkarier di berbagai sektor strategis dan berwirausaha. Bekerja di industri pariwisata hingga perhotelan multinasional negara Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat. Mereka punya bekal yang cukup selama berkuliah di kampus, magang di luar negeri, hingga dipercaya untuk bekerja sebelum memegang ijazah,” ujar Iwan.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Poltekpar Palembang diharapkan terus menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan profesional dan mampu memanfaatkan peluang kerja di sektor pariwisata, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.
(**)







