Indralaya, Sumselupdate.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap dunia kerja, termasuk profesi akuntansi.
Namun, kemajuan teknologi bukan berarti profesi akuntan akan kehilangan relevansinya. Sebaliknya, peluang karier di bidang ini justru semakin berkembang.
Hal tersebut menjadi salah satu materi edukasi yang disampaikan tim dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) kepada 50 siswi atau santriwati SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026) dengan mengangkat tema peningkatan pemahaman siswa SMA tentang jurusan akuntansi, peran profesi, dan prospek karier di era digital.
Kegiatan dipimpin Dr. Ahmad Syathiri, S.E.I., M.S.I., bersama tim dosen Fakultas Ekonomi Unsri, yakni Dr. Yos Karimudin, M.M.; Dr. Rifani Akbar Sulbahri, S.E., M.M., M.Ak., CA.; Agil Novriansa, S.E., Ak., M.Sc., CA., ACPA., CRP.; Watim Maysaroh, S.E., M.Ak.; serta Yusuf Radityawan Idrad, S.Stat., M.Si.

Salah satu materi utama disampaikan Dr. Rifani Akbar Sulbahri melalui sesi bertajuk “Accounting Talk: Transformasi Profesi Akuntan di Era Digital”.
Dalam pemaparannya, Rifani menjelaskan bahwa kehadiran AI, big data, cloud accounting, dan teknologi blockchain telah mengubah cara kerja profesi akuntan. Sejumlah pekerjaan rutin yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi melalui pemanfaatan teknologi.
Meski demikian, perubahan tersebut justru mendorong akuntan untuk mengambil peran yang lebih strategis. Tidak lagi sebatas mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan, akuntan dituntut mampu menganalisis informasi, membaca kondisi bisnis, mengidentifikasi risiko, serta memberikan rekomendasi untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.
“Teknologi bukanlah ancaman bagi profesi akuntan, tetapi menjadi alat yang memperkuat peran akuntan. Yang berubah bukan profesinya, tetapi cara kerjanya,” menjadi pesan penting dalam materi yang disampaikan kepada para peserta.
Peluang Karier Akuntansi Semakin Beragam
Dalam kegiatan tersebut, para siswi juga diperkenalkan dengan berbagai pilihan profesi di bidang akuntansi. Selain menjadi akuntan publik, auditor internal, dan akuntan manajemen, perkembangan teknologi membuka peluang karier baru, seperti data analyst, forensic accountant, sustainability accountant, spesialis manajemen risiko, konsultan, hingga analis keuangan.
Untuk menghadapi perubahan dunia kerja, siswa didorong mulai mempersiapkan kompetensi sejak bangku sekolah.
Penguasaan dasar akuntansi, audit, perpajakan, perangkat lunak akuntansi, sistem Enterprise Resource Planning (ERP), pengendalian internal, dan manajemen risiko perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kerja sama tim, kepemimpinan, literasi digital, serta analisis data.
Selain keterampilan profesional, tim dosen juga menekankan pentingnya etika dalam menjalankan profesi akuntan.
Nilai amanah, kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab menjadi bagian penting yang dibahas, terutama dalam kaitannya dengan lingkungan pendidikan SMA IT Raudhatul Ulum yang berbasis Islam.
Siswa Antusias Bertanya tentang Masa Depan Profesi Akuntan
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Para siswi berkesempatan menggali informasi mengenai pilihan jurusan di perguruan tinggi, jenis pekerjaan bagi lulusan akuntansi, keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, hingga dampak AI terhadap masa depan profesi akuntan.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang disampaikan selama diskusi. Mereka tidak hanya ingin mengetahui lebih jauh tentang jurusan akuntansi, tetapi juga prospek pekerjaan dan kemampuan yang perlu dipersiapkan agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi.
Menurut Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unsri, pengenalan profesi dan prospek karier sejak jenjang SMA penting dilakukan agar siswa memiliki bekal informasi yang memadai sebelum menentukan pilihan pendidikan tinggi.
Akuntansi diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai bidang yang berkaitan dengan angka dan pembukuan. Lebih dari itu, akuntansi merupakan bidang profesional yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pengelolaan organisasi maupun dunia usaha.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sriwijaya turut memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi pendidikan dan karier bagi generasi muda.
Bagi 50 siswi SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga, edukasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai dunia akuntansi sekaligus membantu mereka mempersiapkan pilihan pendidikan tinggi dan peluang karier di tengah transformasi digital.
(**)







