Palembang, Sumselupdate.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam industri media. Teknologi ini tidak hanya menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam mengolah informasi, tetapi juga membuka peluang bagi jurnalis untuk memperkuat riset, meningkatkan kualitas pemberitaan hingga menghasilkan konten digital yang lebih kreatif.
Menyikapi perkembangan tersebut, Sumselupdate.com bersama Suara.com menggelar Pelatihan dan Lokakarya Optimalisasi AI, Jurnalistik dan Kreasi Konten Media Sosial di Palembang.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi wartawan dan mahasiswa untuk mengenal sekaligus mempraktikkan berbagai perangkat AI yang dapat dimanfaatkan dalam pekerjaan jurnalistik maupun produksi konten digital.
Redaktur Eksekutif Suara.com, Rendy Adrikni Sadikin, yang hadir sebagai pemateri mengatakan, pemahaman mengenai pemanfaatan AI menjadi kebutuhan penting bagi jurnalis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, wartawan harus mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat meningkatkan kemampuan serta efektivitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Ini hal yang menarik. Kita sebagai jurnalis harus memiliki pemahaman, terutama penggunaan AI. Kita tahu teknologi terus berkembang dan jurnalis harus adaptif dengan teknologi,” ujar Rendy.
Ia menjelaskan, materi pelatihan tidak hanya membahas penggunaan AI untuk menghasilkan tulisan, tetapi juga pemanfaatannya dalam berbagai tahapan pekerjaan media.

Mulai dari mencari ide, melakukan riset, mengolah data, membuat infografis, menyusun draf pemberitaan hingga memproduksi video dan konten media sosial.
“Yang kita bedah penggunaan AI, lalu penggunaan tools-tools terkait pembuatan infografis, pembuatan video, pembuatan draf penulisan hingga riset, yang semuanya membantu jurnalis dalam kegiatan sehari-hari,” katanya.
Kenalkan Gemini, Pinpoint hingga Google Flow
Salah satu materi utama dalam lokakarya tersebut adalah pengenalan Gemini sebagai asisten AI yang dapat membantu berbagai pekerjaan, mulai dari menulis, merencanakan aktivitas, belajar hingga mengolah informasi.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah fitur Gemini, di antaranya Prompting, Deep Research, Gems Manager dan Gemini Canvas.
Dalam sesi prompting, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara menyusun instruksi atau perintah yang tepat agar AI dapat memberikan hasil sesuai kebutuhan.
Penyusunan prompt harus memperhatikan sejumlah unsur, seperti persona atau peran AI, tugas yang diberikan, sasaran pembaca, konteks, batasan serta format hasil yang diharapkan.
Kemampuan tersebut dapat membantu jurnalis menggali ide, mengembangkan sudut pandang, menyusun kerangka tulisan hingga mengolah bahan sebelum memasuki tahap produksi berita.
Selain Gemini, peserta juga diperkenalkan dengan Pinpoint, perangkat yang dapat membantu jurnalis dan akademisi menganalisis kumpulan dokumen dalam jumlah besar.
Melalui perangkat ini, pengguna dapat melakukan transkripsi, pencarian dan penyaringan informasi dari berbagai sumber, termasuk dokumen, gambar, rekaman audio, arsip email hingga berkas PDF.
Pencarian informasi dapat dilakukan secara lebih spesifik berdasarkan nama tokoh, organisasi, tanggal maupun lokasi.

Kemampuan tersebut dinilai bermanfaat bagi wartawan yang kerap berhadapan dengan banyak bahan pemberitaan, seperti dokumen hasil riset, arsip berita, rekaman wawancara dan berbagai data pendukung lainnya.
Lokakarya juga memperkenalkan Google Flow sebagai salah satu perangkat untuk mengembangkan materi visual berbasis AI.
Teknologi tersebut dapat membantu mengolah foto, karakter dan narasi menjadi konsep video sinematik sehingga membuka peluang bagi kreator konten dan pekerja media untuk menghasilkan materi visual secara lebih efisien.
Sementara itu, NotebookLM turut diperkenalkan sebagai perangkat AI untuk mendukung proses riset dan penulisan berdasarkan sumber informasi yang dimasukkan pengguna.
Sejumlah kemampuan yang dibahas meliputi menemukan informasi, melakukan transkripsi, mengekstrak informasi, membuat konten hingga menghasilkan audio dan video overview.
Berbagai perangkat tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya pemanfaatan AI dalam mendukung pekerjaan jurnalistik, mulai dari tahap pencarian informasi hingga produksi konten dalam berbagai format.
Edwar Heryadi: AI Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis
Di sisi lain, pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab manusia.
Kecepatan teknologi dalam menghasilkan informasi tidak serta-merta menjamin kebenaran maupun akurasi hasilnya. Karena itu, verifikasi fakta, pengecekan sumber, keberimbangan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik harus tetap menjadi prinsip utama dalam setiap proses produksi berita.
Ketua Panitia yang juga Owner Sumselupdate.com, Edwar Heryadi, mengatakan perkembangan AI harus disikapi secara terbuka dengan meningkatkan kemampuan dan kompetensi insan pers.
Edwar yang juga merupakan satu dari tujuh penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat dari Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan, teknologi AI harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan, bukan menggantikan peran dan tanggung jawab jurnalis.
Menurutnya, AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat proses riset, membantu pengolahan informasi serta menciptakan konten yang lebih kreatif dan menarik.
Namun, akurasi, integritas, independensi dan tanggung jawab jurnalistik tetap harus menjadi landasan utama.
Ia berharap para peserta tidak hanya memahami berbagai perangkat AI yang diperkenalkan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik jurnalistik, mengembangkan kreativitas konten media sosial serta memperluas jangkauan informasi berkualitas kepada masyarakat.
“Teknologi tetaplah alat bantu. Akurasi, integritas, independensi dan tanggung jawab jurnalistik harus tetap menjadi landasan utama. Kita harus mampu memanfaatkan AI secara bijak tanpa mengabaikan Kode Etik Jurnalistik dan kepentingan publik,” menjadi salah satu pesan Edwar dalam sambutannya.
Ia juga mengajak peserta menjadikan pelatihan dan lokakarya tersebut sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman serta membangun kolaborasi untuk menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang.
Edwar berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi insan media sekaligus mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat, profesional dan bertanggung jawab.
Mahasiswa Akui AI Dibutuhkan dalam Aktivitas Sehari-hari
Pelatihan dan lokakarya tersebut mendapat antusiasme dari peserta, termasuk kalangan mahasiswa.
Salah satunya Neville Marcello dari AIESEC Universitas Sriwijaya (Unsri). Ia menilai materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut bermanfaat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurut Neville, pemanfaatan AI saat ini semakin dibutuhkan mahasiswa dalam mendukung kegiatan akademik maupun aktivitas lainnya.

“Untuk saat ini, sebagai mahasiswa, sangat memerlukan AI di kegiatan sehari-hari,” ungkap Neville.
Melalui kegiatan ini, Sumselupdate.com bersama Suara.com berharap wartawan dan mahasiswa semakin siap menghadapi transformasi digital.
Bagi jurnalis, penguasaan berbagai perangkat AI diharapkan dapat mengurangi pekerjaan teknis dan repetitif sehingga waktu dapat lebih banyak digunakan untuk menggali informasi, melakukan verifikasi dan memperkuat kualitas liputan.
Sementara bagi mahasiswa, pemahaman mengenai teknologi AI menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan dunia kerja dan kebutuhan kompetensi di era digital.
Dengan pemanfaatan yang tepat dan tetap berada dalam kendali manusia, AI dapat menjadi mitra dalam meningkatkan produktivitas, kreativitas dan kualitas pekerjaan tanpa menghilangkan peran penting manusia dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
(**)







