Plt Sekda Palembang Dukung Pelatihan AI, Wartawan dan Mahasiswa Disiapkan Hadapi Era Digital

Writer: - Selasa, 15 September 2026
Plt Sekda Kota Palembang Sulaiman Amin menerima audiensi Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Owner Sumselupdate.com Edwar Heryadi, Kepala Biro Suara.com wilayah Sumbagsel Tasmalinda, dan wartawan Sumselupdate.com Fitria Ningsih, Selasa (15/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Sulaiman Amin mengapreasiasi dan mendukung rencana pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan cek fakta yang akan digelar Sumselupdate.com berkolaborasi dengan Suara.pada Oktober 2026.

Menurut Sulaiman, pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan wartwan dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus memverifikasi informasi di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

Read More

Dukungan itu disampaikan Sulaiman Amin saat menerima audiensi tim Sumselupdate.com  dan Suara.com di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Palembang, Selasa (15/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Owner Sumselupdate.com Edwar Heryadi, Kepala Biro Suara.com wilayah Sumbagsel Tasmalinda, dan wartawan Sumselupdate.com, Fitria Ningsih.

Sulaiman mengatakan perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda dan insan pers, dalam memilah serta memastikan kebenaran informasi.

Plt Sekda Kota Palembang Sulaiman Amin menerima audiensi Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Owner Sumselupdate.com Edwar Heryadi, Kepala Biro Suara.com wilayah Sumbagsel Tasmalinda, dan wartawan Sumselupdate.com Fitria Ningsih, Selasa (15/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

“Perlu adanya pelatihan, baik untuk wartawan dan mahasiswa, sebagai salah satu upaya untuk meng-counter berita hoaks yang beredar,” kata Sulaiman.

Ia menilai perkembangan teknologi AI menghadirkan tantangan baru dalam proses verifikasi informasi. Kemampuan teknologi generatif saat ini memungkinkan pembuatan teks, gambar, suara hingga video yang semakin menyerupai konten asli.

Kondisi tersebut membuat kemampuan cek fakta menjadi semakin penting. Informasi yang terlihat meyakinkan belum tentu benar sehingga diperlukan proses pemeriksaan sebelum informasi dikonsumsi atau disebarluaskan.

Atas dasar itu, Sumselupdate.com dan Suara.com akan menggelar pelatihan dan lokakarya yang memadukan materi pemanfaatan AI, jurnalistik, cek fakta dan kreasi konten media sosial.

Dikatakan Edwar Heryadi, perubahan teknologi telah membuat pola produksi dan konsumsi informasi mengalami pergeseran.

“Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan telah mengubah lanskap komunikasi publik secara fundamental. Informasi semakin banyak, sementara perhatian audiens semakin singkat,” ujar Edwar.

Menurutnya, tantangan wartawan maupun mahasiswa saat ini bukan hanya menghasilkan informasi, tetapi juga memastikan informasi tersebut relevan, mudah dipahami, terverifikasi dan mampu menjangkau audiens di berbagai platform.

Plt Sekda Kota Palembang Sulaiman Amin menerima audiensi Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Owner Sumselupdate.com Edwar Heryadi, Kepala Biro Suara.com wilayah Sumbagsel Tasmalinda, dan wartawan Sumselupdate.com Fitria Ningsih, Selasa (15/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Karena itu, pelatihan akan mengenalkan metode Smart Brevity, yakni pendekatan penyampaian informasi yang ringkas, lugas, dan fokus pada inti pesan.

“Pendekatan jurnalistik yang cenderung kaku perlu disesuaikan dengan perkembangan pola konsumsi informasi. Smart Brevity dapat membantu membuat pesan atau siaran pers lebih tajam, ringkas dan mudah dipahami,” jelasnya.

Selain penulisan, peserta juga akan diperkenalkan dengan sejumlah perangkat AI seperti Google Gemini, NotebookLM dan Google Pinpoint untuk mendukung proses riset, pengolahan dokumen, transkripsi hingga penyusunan draf.

Edwar menegaskan pemanfaatan AI tetap harus disertai kemampuan berpikir kritis dan verifikasi manusia.

“AI harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja, bukan menggantikan kemampuan manusia dalam melakukan verifikasi dan mengambil keputusan,” katanya.

Pelatihan tersebut juga akan membahas teknik investigasi digital atau Open Source Intelligence (OSINT) yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penelusuran dan verifikasi informasi dari sumber-sumber terbuka.

Menurut Edwar, kemampuan tersebut semakin penting untuk menghadapi munculnya berbagai konten manipulatif, termasuk foto, video, suara dan informasi digital yang dapat direkayasa menggunakan teknologi.

Selain itu, peserta akan dilatih mengubah informasi dalam bentuk teks atau dokumen menjadi berbagai format konten digital, seperti copywriting, infografis, carousel hingga video.

“Peserta diharapkan tidak hanya memahami bagaimana menggunakan AI, tetapi juga mampu mengolah informasi menjadi konten yang relevan dengan karakter audiens media sosial,” ujarnya.

Pelatihan Komunikasi Digital tersebut mengusung tema “Optimalisasi AI, Jurnalistik Kehumasan & Kreasi Konten Media Sosial untuk Komunikasi Berdampak”.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026, dengan sasaran peserta dari kalangan wartawan dan mahasiswa.

Pelatihan akan menggunakan komposisi 30 persen pemaparan konsep dan 70 persen praktik langsung atau hands-on.

Pada hari pertama, peserta akan mendapatkan materi mengenai anatomi siaran pers modern, penulisan Smart Brevity, riset OSINT, validasi fakta serta pemanfaatan Gemini dan NotebookLM.

Sementara pada hari kedua, materi akan berfokus pada psikologi audiens digital, transformasi pesan menjadi konten media sosial, copywriting, pembuatan konten carousel dan video, serta penyusunan content calendar.

Melalui kegiatan tersebut, Sumselupdate.com dan Suara.com berharap peserta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi AI secara produktif sekaligus kritis dalam memeriksa informasi.

Dengan demikian, teknologi AI tidak hanya dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi dan memperkuat budaya verifikasi di tengah derasnya arus informasi digital.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts