Data Omicron RI: Terbanyak dari Turki, 74 Persen Sudah Vaksin Lengkap

Ilustrasi Omicron

Jakarta, Sumselupdate.com – Hingga saat ini tercatat ada 68 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Data menunjukkan, mayoritas berasal dari Turki dan Arab Saudi, tak bergejala dan sebagian besar sudah vaksinasi lengkap.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 23 Desember 2021 menyimpulkan, varian Omicron memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat dibanding varian Delta. Karakteristik ini muncul di negara yang sudah mengalami transmisi komunitas.

Read More

Tingkat keparahan Omicron terwakili dengan 29 kasus kematian di Inggris. Risiko perawatan gawat darurat diperkirakan 15-25 persen lebih rendah dibanding varian Delta, dan rawat inap 1 hari atau lebih akibat Omicron 40-45 persen lebih rendah.

Para ilmuwan juga menyimpulkan, mutasi pada varian Omicron mengurangi efektivitas antibodi monoklonal termasuk Ronapreve (kombinasi Casirivimab dan Imdevimab). Data awal menunjukkan antibodi Sotrovimab masih bisa menghambat Omicron.

Beberapa fakta penularan Omicron di Indonesia, dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan RI, terangkum sebagai berikut.

Terbanyak dari Turki dan Arab Saudi

Sejauh ini, hampir semua kasus Omicron yang terkonfirmasi merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Hanya ada 3 kasus yang tertular di dalam negeri, meski hanya 1 kasus yang diklaim sebagai penularan lokal.

“Dalam waktu dua minggu (26 Desember 2021), 46 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia. 15 orang di antaranya (32,6 persen) merupakan pelaku perjalanan dari Turki,” tulis Kemenkes.

Beberapa negara asal pelaku perjalanan para pasien Omicron di Indonesia:

Turki
Uni Emirat Arab
Arab Saudi
Jepang
Malaysia
Malawi
Republik Kongo
Spanyol
Amerika Serikat
Kenya
Korea Selatan
Mesir
Nigeria

Mayoritas sudah vaksin lengkap

Para pakar menduga, mutasi pada varian Omicron menyebabkan efektivitas vaksin Covid-19 melemah. Terbukti, sebagian besar kasus yang ditemukan adalah pasien yang sudah vaksinasi lengkap.

“Sebanyak 74 persen kasus Omicron sudah divaksin lengkap,” tulis Kemenkes.

Data lengkap status vaksinasi pasien Omicron di Indonesia:
51 orang sudah divaksinasi lengkap
7 orang belum divaksinasi
6 orang baru divaksinasi satu dosis
4 orang belum diketahui status vaksinasinya

Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan:
Sinovac 30 persen
Pfizer 30 persen
AstraZeneca 17 persen
Sinopharm 7 persen
Johnson & Johnson 5 persen
Moderna 3 persen
Lainnya 5 persen.

Hiperkoagulopati tapi tak bergejala

Pokja PINERE (Penyakit Infeksi, New Emerging, dan Re-emerging) RSPI Sulianti Saroso menyebut para pasien yang diisolasi umumnya tanpa gejala dan bergejala ringan. Rumah sakit ini juga menangani beberapa kasus probable.

“Ada beberapa kasus konfirmasi yang memiliki komorbid dan sudah mulai muncul tanda hiperkoagulopati meskipun pasien ini merasa tanpa gejala, itu yang kita harus tetap waspadai,” kata Ketua Pokja dr Pompini Agustina Sitompul dalam webinar Kamis (30/12/2021).

Hiperkoagulopati merupakan gangguan pembekuan darah yang bisa muncul pada penyakit infeksi. Belum dipastikan apakah kondisi tersebut berdampak pada fungsi organ yang lain.

Mayoritas pria 40-49 tahun

Kasubdit Pelayanan Kegawatdaruratan Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Asral Hasan menyebut belum banyak temuan kasus Omicron pada anak-anak. Usia terbanyak dari kasus yang ditemukan adalah 40-an tahun.

“Mayoritas kasus berusia 40-49 tahun ada 34 persen, dan mayoritas berjenis laki-laki ada 60 persen,” papar Asral dalam webinar online, Kamis (30/12/2021). (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.