Palembang, Sumselupdate.com – Pilu dialami 104 nasabah e-Batarapos Air Sugihan Kabupaten OKI. Total dana tabungan Rp4,7 miliar hilang diduga digelapkan pegawai PT Pos Indonesia Cabang Kantor Pos Air Sugihan, OKI.
e-Batarapos merupakan produk tabungan Kantor Pos/ PT Pos Indonesia yang bekerjasama dengan Bank BTN. Dimana pada sistemnya nasabah kapan pun bisa menabung dan mengambil dana tabungannya.
Dimana dana dari total 104 nasabah tersebut sudah dikembalikan 42 nasabah, sisanya 62 nasabah atau sekitar Rp1,6 miliar – Rp1,7 miliar lagi sejak Juni 2022 tak mendapat kepastian dari PT Pos dan Bank BTN.
Sehingga, Selasa (19/11/2024), sekitar 33 orang perwakilan nasabah mendatangi Kantor Pos Cabang Utama Palembang di Jalan Merdeka, untuk meminta kepastian pengembalian dana tabungan.
Salah seorang nasabah e-Batarapos Air Sugihan OKI, Sujarwadi mengatakan, nilai tabungan 104 nasabah ini beragam mulai dari Rp5 juta bahkan ada kas masjid Rp421 juta.
Baca juga : Enny Indiyani Terdakwa Kasus Pengelapan Hirup Udara Bebas
“Kami awalnya percaya nabung di e-Batarapos ini karena milik BUMN, tapi ternyata uang kami hampir Rp4,7 miliar hilang,” kata Sujarwadi.
Awalnya, kata Sujarwadi pada Juni 2022 saat salah seorang nasabah akan mengambil tabungannya, petugas Kantor Pos Air Sugihan beralasan ganguan jaringan sehingga tabungan tidak bisa diambil.
“Ini terjadi ke beberapa orang awalnya, akhirnya nasabah ini cek ke PT Pos Merdeka Palembang, ternyata saldo mereka Rp0,” jelasnya.
Setelah didata, ternyata ada 104 nasabah kehilangan semua tabungannya. Dimana uang yang ditabung bertahun-tahun hasil dari panen sawit hingga padi, lenyap.
Baca juga : Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Pengelapan Dana BPJS Penerbit Duta
Bahkan, hingga kini para nasabah yang berprofesi sebagai petani ini tidak mendapatkan kepastian dari PT Pos juga Bank BTN soal kapan pengembalian dananya.
Dari awalnya PT Pos pusat menjanjikan pengembalian dana 62 nasabah tersebut Oktober lalu, tapi hingga kini disebut menunggu proses hukum di Polres OKI selesai.
“Mereka minta kami tunggu sampai penyelidikan di Polres OKI selesai, kapan selesainya tidak pasti, sementara kebutuhan kami banyak,” ujarnya.
Mirisnya nasib para nasabah ini pun bahkan sampai ada yang jatuh sakit akibat stress memikirkan tabungannya yang sudah dua tahun ini tidak kembali.
“Tabungan saya ada Rp43 juta, punya kakak saya Rp100 juta, dia sakit stroke sekarang gara-gara kasus ini,” kata nasabah e-Batarapos lainnya, Sulika.
Sulika mengatakan, dua tahun lalu sebelum lebaran Idul Adha dia ingin mengambil tabungannya untuk membeli kambing kurban dan kebutuhan lainnya.
“Ya alasannya sama, ganguan sinyal, begitu terus, pas saya tanya ke Pos Merdeka ini ternyata isinya kosong, padahal belum diambil,” katanya.
Sulika dan nasabah lainnya hanya meminta uang mereka segera dikembalikan oleh PT Pos dan BTN tanpa harus menunggu kasus selesai.
“Kenapa harus tunggu kasus selesai? Berapa lama lagi, kebutuhan kami banyak, mereka minta kami sabar dan sabar, apakah kebutuhan sekolah anak dan rumah tangga bisa dibayar dengan sabar?,” ujarnya. (Iya)











