Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Pengelapan Dana BPJS Penerbit Duta

Persidangan karyawan Administrasi di penerbit buku PT Duta , atas kasus penggelapan dana BPJS Ketenagakerjaan PT Duta, Kamis (19/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus perkara penggelapan yang dilakukan seorang karyawan Administrasi di penerbit buku PT Duta Jalan Kancil Putih, Kecamatan Demang Lebar Daun, atas nama terdakwa Debi Miranda,  terus bergulir di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Klas 1  A Khusus siang ini Kamis (19/11/2020).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Toch Simanjuntak, kali ini mengagendakan putusan sela dari majelis hakim secara langsung di ruang sidang dengan menghadirkan terdakwa dalam persidangan.

Dalam putusan sela tersebut, hakim menyatakan  bahwa eksepsi (penolakan) yang diajukan oleh Kuasa hukum terdakwa yakni Billy terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief  ditolak  oleh Majelis hakim.

Menurut majelis hakim yang dibacakan oleh Hakim Ketua Toch Simanjuntak menimbang bahwa,  surat eksepsi yang dibacakan  bertentangan dengan surat dakwaan dari JPU.

Hakim  Ketua Toch juga menyatakan, uraian yang dibacakan kuasa hukum terdakwa pada eksepsi sebelumnya  tidak jelas dan tidak sesuai dengan  yang terjadi.

Berdasarkan hal tersebut, hakim menyatakan tetap memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief untuk melanjutkan persidangan dan menghadirkan saksi-saksi.

Sementara untuk terdakwa Debi beserta  kuasa hukum terdakwa, yakni Billy dan kawan-kawan untuk tetap mendampingi kliennya selama proses sidang berlangsung.

“Karena beberapa hal tersebut, kami menimbang uraian yang dijelaskan pada eksespsi sebelumnya  tidak jelas serta  tidak sesuai dan  bertentangan dengan yang terjadi sehingga kami memutuskan untuk tetap melanjutkan persidangan,” ucap hakim Toch berlangsung.

Terpisah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief menyatakan  atas putusan hakim tersebut pihaknya akan mengajukan 12 saksi kedepannya.

” Iya tadi kan sidang itu permohonan eksepsi ditolak jadi tetap berjalan kedepannya kami akan hadirkan 12 saksi,” terangnya.

Dikatakannya lebih lanjut, terdakwa akan tetap menjadi tahanan kota sementara waktu sampai  pihak petugas tahanan Polrestabes Palembang menyatakan kuota tahanan disana sudah berkurang.

“Iya tetap jadi tahanan kota sampai ada perintah dari pihak kepolisian Tabes ya,” tuturnya.

Sekadar mengingatkan, terdakwa menerima uang untuk pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan karywan PT Duta, akan tetapi  setelah menerima uang tersebut terdakwa tidak membayarkan uangnya ke BPJS Ketenagakerjaan melainkan dipakainya untuk kepentingan pribadi. Kejadian bermula pada dari tahun 2018 dan berjalan selama tiga tahun, total besaran kerugian PT Duta tersebut menjadi Rp16.568.852. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.