Palembang, Sumselupdate.com – Wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kota Palembang, saat ini memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat cuaca menjadi tidak menentu dengan suhu udara terasa panas pada siang hari, namun masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada sore hingga malam hari.
Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto mengatakan, secara klimatologis Sumsel memang sedang berada pada fase peralihan musim sehingga kondisi cuaca cenderung berubah-ubah.
“Pagi sampai siang hari cuaca terasa panas dan gerah karena minimnya tutupan awan. Namun sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan disertai angin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peluang hujan di Sumsel masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Bahkan Kota Palembang diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam dua hari mendatang.
“Kondisi cuaca masih sangat dinamis dan bisa berubah mengikuti faktor pendukung lainnya. Untuk lima hari ke depan potensi hujan di Sumsel masih cukup tinggi,” katanya kepada Sumselupdate.com, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, Kepala BMKG Sumsel Wandayantolis melalui Koordinator Kelompok Kerja Analisis, Diseminasi Informasi dan Edukasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo mengungkapkan suhu maksimum di Palembang mengalami peningkatan dalam tiga hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, suhu maksimum tercatat mencapai 33,4 derajat Celsius pada 17 Mei 2026, kemudian meningkat menjadi 34,8 derajat Celsius pada 18 Mei, dan kembali naik hingga 35,1 derajat Celsius pada 19 Mei 2026.
Menurut Nandang, peningkatan suhu dipengaruhi dinamika atmosfer tropis serta fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori lemah. Selain itu, masa transisi musim menyebabkan tutupan awan mulai berkurang.
“Walaupun tutupan awan mulai berkurang, pola hujan masih fluktuatif dan tetap perlu diwaspadai. Potensi terbentuknya awan Cumulonimbus atau CB masih cukup tinggi yang dapat memicu hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama setelah beberapa hari kondisi cuaca panas tanpa hujan.
Masyarakat juga diingatkan menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas dengan memperbanyak konsumsi air putih serta menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
(**)











