Bejat, Haji Roni Cabuli Tetangga Capai 200 Kali

Haji Roni (kiri) pelaku pencabulan saat diperiksa unit PPA Polres OKU.

Baturaja, Sumselupdate.com – Sungguh bejat apa yang dilakukan  Haji Roni (46). Hampir empat tahun Roni berhasil mencabuli tetangganya sendiri dengan modus ancaman dan imingan uang.

Adalah A (15) yang menjadi korban kebejatan Haji Roni, warga Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Bacaan Lainnya

Di hadapan petugas Unit PPA Polres OKU, tersangka mengakui perbuatanya itu lantaran terbawa hawa nafsu yang membara.

Pelaku beralasan sang istri kurang memberi pelayanan lebih di atas ranjang terhadap dirinya. Tak heran, untuk melampiaskan nafsu syawatnya, selama kurun waktu empat tahun, dakuinya sudah berulang kali menyetubuhi anak baru gede tersebut.

“Sudah banyak tidak ingat lagi, kalau 200 kali ada Pak,” ucap pelaku yang sudah memiliki dua orang cucu itu, Senin (25/3/2019).

Sementara itu, Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andrian melalui Kanit PPA Bripka M Soleh mengungkapkan, jika pelaku ditangkap setelah adanya laporan keluarga korban ke Polsek Lubuk Batang.

Setelah dilakukan interogasi terhadap pelaku, terungkap kakek berotak mesum ini melakukan pencabulan sudah berulang kali kurang hingga lebih 200 kali, saat posisi rumah korban dalam kondisi sepi.

Saat melakukan pertama kali, pada tahun 2016 lalu pelaku mengancam korban jika tidak mau menuruti maka akan dibunuhnya.

“Modusnya pelaku mendatangi rumah korban pagi hari, saat keluarga korban pergi ke kebun. Selain mengancam juga korban diiming-imingi uang,” ucap Kanit PPA Polres OKU Bripka M Soleh.

Aksi pelaku diketahui setelah ibu korban curiga dengan tingkah anak bungsu dari lima bersaudara itu. Di mana korban selalu telat bulan dan sering mengalami pendarahan.

“Saya minta pelaku dihukum seumur hidup, dia telah merusak keluarga kami,” ucap ibu korban sesaat mendampingi anaknya di Polres OKU.

Pelaku sendiri dijerat pasal 81 Ayat 2 junto 76, Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang disahakan menjadi UU RI No 17 tahun 2016 junto pasal 76 D UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (wid)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.