Panik Pembeli Adalah Polisi, Bandar Narkoba Melompat ke Sungai Hingga Tewas

Minggu, 19 Februari 2017
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Panik ketika mengetahui calon pembeli pil ekstasi adalah polisi yang sedang menyamar, membuat Darmadi, bandar narkoba di Dusun III, Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir melompat ke Sungai Ogan.

Hingga akhirnya pelaku ditemukan anggota Satuan Resersn Narkoba Polres Ogan Ilir sudah dalam keadaan tak bernyawa, Jumat (17/2) sore. Sedangkan dua pelaku lainnya, yakni Faisal dan Rudi berhasil meloloskan diri.

Read More

Kasat Narkoba Polres Ogan Ilir AKP A Darmawan mengatakan kronologis penggerbekan terhadap empat pelaku bermula dari adanya informasi dari masyarakat kemudian pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan penyamaran dengan memesan 200 butir pil ekstasi kepada para pelaku.

Setelah disepakati, pelaku hanya menyiapkan ekstasi sebanyak 40 butir dan itupun sudah ditelan oleh para pelaku masing-masing satu butir. Kemudian, ketika polisi menyerahkan uang dan pelaku memberikan pil setan tersebut anggota langsung melakukan penyergapan.

“Lalu pelaku Darmadi lari ke arah sungai dan terpeleset serta menceburkan diri ke sungai, sedangkan dua pelaku lain lari ke hutan,” kata Darmawan, saat berada di kamar mayat RS Bhayangkara Palembang, Minggu (19/2/2017).

Melihat aksi pelaku, kata Darmawan, petugas menyusuri sungai, namun karena saat itu arus sungai cukup deras membuat pelaku diduga kehabisan nafas. “Saat itu juga kita melakukan penyisiran dan baru ditemukan hari ini serta langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara,” paparnya.

Dari hasil penggerbekan tersebut, petugas mengamankan satu pelaku yang juga merupakan adik kandung dari Darmadi. Serta, 49 butir pil ekstasi, pisau dan satu pucuk air softgun yang sudah dimodifikasi serta dua pelaku lainnya sudah masuk DPO.

Sementara, Suharma Winata (41), paman dari Darmadi menerangkan keponakannya diduga pengedar narkoba, namun dirinya selaku warga Sungai Rotan tidak tahu apakah keponakannya tersebut memang pengedar narkoba.

“Pengedar ataupun bandar harusnya juga layak hidup. Tapi kenyataannya tidak, saya minta polisi menegakkan hukum dan saya juga mengucapkan terima kasih karena petugas tetap bertanggungjawab mencari dan membantu mengevakuasi keponakan saya,” tegasnya.

Sedangkan, Kadus Sungai Rotan, Akino membenarkan kalau Darmadi merupakan salah satu warganya yang digerbek petugas dengan dugaan sebagai pengedar narkoba. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts