Warga Pangkalan Bayat Muba Keluhkan Debu Jalan Hauling Batubara

Minggu, 8 Oktober 2023
Aktivitas jalan hauling batubara yang dikelola oleh PT Musi Mitra Jaya (MMJ)

Laporan Romadon

Palembang, Sumselupdate.com — Sejak tahun 2018, penduduk yang tinggal di Dusun II RT 04 Desa Pangkalan Bayat, Kabupaten Musi Banyuasin, telah hidup berdampingan dengan aktivitas jalan hauling batubara yang dikelola oleh PT Musi Mitra Jaya (MMJ). Warga sekitar pun mengeluhkan dampak buruk dari debu yang terbang akibat aktivitas pengangkutan batubara tersebut.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pangkalan Bayat, Dicky Sophan Pribadi, mengkonfirmasi bahwa dampak dari hauling batubara yang dikelola oleh PT MMJ telah dirasakan sejak tahun 2018.

Selama periode ini, penduduk Desa Pangkalan Bayat yang terkena dampak belum pernah menerima kompensasi, pemberitahuan, atau pertemuan dengan perusahaan yang mengelola hauling batubara tersebut.

Advertisements

Selama tahun-tahun tersebut, aktivitas hauling batubara tidak pernah berhenti, berlangsung selama 24 jam penuh. Oleh karena itu, penduduk Pangkalan Bayat merasa bingung tentang kepada siapa mereka harus mengadukan keluhan mereka.

Dicky menyatakan bahwa mereka telah mencoba melapor kepada PT Bumi Persada Permai (BPP), yang memiliki izin untuk melakukan hauling, tetapi mereka mendapat jawaban bahwa ini bukan merupakan tanggung jawab PT BPP.

Alasan lainnya adalah bahwa hauling batubara tersebut telah mendapatkan izin pinjam pakai dari pemerintah pusat, sehingga perusahaan mungkin telah menerima kompensasi atas penggunaan jalan tersebut, sementara penduduk setempat hanya menderita dampak berupa debu dan penyakit.

“Kontribusi perusahaan untuk masyarakat dan Pemerintah Desa Pangkalan Bayat memang tidak ada. Itu yang sangat kami sesali. Karena aktivitas bisnis mereka sangat merugikan masyarakat kami terhadap dampak alamnya, terutama debu,” tegas Dicky di Palembang, Sabtu (7/10/2023)

Dicky juga menjelaskan bahwa Dusun II RT04 di Pangkalan Bayat adalah wilayah yang paling dekat dan paling banyak penduduknya yang terkena dampak hauling batubara.

Keluhan warga Dusun II ini terutama berkaitan dengan kerusakan pada kebun mereka yang terkena debu, karena debu tersebut dapat menyebar hingga tiga kilometer, bahkan mencapai desa utama tanpa disadari.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Desa Pangkalan Bayat telah mengirim surat melalui Anggota Komisi II DPRD Muba, Rabik HS, SH, MH, yang telah menunjukkan perhatian terhadap permasalahan ini.

“Makanya dua minggu lalu kami sudah menyurati pihak DPRD Muba untuk memfasilitasi kami untuk memohon agar perusahaan tersebut ditinjau kembali. Makanya ada RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum),” jelasnya

Sopiah, seorang penduduk di RT 04 Dusun Kelobak Indah, Desa Pangkalan Bayat, juga menyampaikan keluhannya. Sejak ada aktivitas hauling batubara ini, banyak penduduk yang mengeluhkan debu di jalan dan debu yang berasal dari batubara itu sendiri.

‘’Anak cucu saya sangat rentan terkena penyakit akibat debu dari jalan batubara itu. Karen debunya beterbangan bisa sampai tiga kilometer. Ini anak cucu selalu batuk, demam, dan penyakit lainnya,” tuturnya di Palembang

Selain itu, ia juga mencatat bahwa tidak ada bantuan atau kompensasi yang diberikan oleh PT MMJ sebagai pengelola jalan batubara tersebut, baik untuk kesehatan warga maupun untuk tanaman dan kebun milik penduduk setempat.

Ia berharap agar jalan batubara yang melintas di desanya dapat ditinjau ulang, setidaknya dengan melakukan penyiraman rutin untuk mengurangi debu.

“Paling tidak harus ada penyiraman yang dilakukan secara rutin, untuk mengurangi debunya. Agar tidak terlalu berdampak bagi masyarakat dan kebun-kebun milik warga,” pungkasnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.