Waketum Gerindra: Jika Ada Petinggi Gerindra Terlibat Korupsi Silakan Diangkut

Prabowo Gerinda

Jakarta, Sumselupdate.com – Satu lagi anggota dewan yang dicokok oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga anggota DPRD tersebut merupakan anggota DPRD DKI Jakarta, berinisal MS. Ia ditangkap pada Kamis (30/3/2016).

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, pihaknya mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Gerindra tidak akan mengambil langkah apa pun untuk membela kadernya yang terlibat kasus korupsi.

“Kalau memang benar (ada kader ditangkap) maka Gerindra akan langsung memecatnya,” kata Arief dalam pesan singkatnya, Jumat (1/4/2016) sebagaimana dikutip dari Kompascom.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan dalam dua kasus yang berbeda pada Kamis (30/3/2016).

Namun, KPK masih belum mau mengungkap identitas pelaku yang ditangkap dan rincian kasus yang didalami.

Dari pantauan awak media, terlihat seorang pria yang mirip dengan Anggota DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, yang juga menjadi bakal calon gubernur DKI dari Partai Gerindra.

Sanusi diketahui merupakan Ketua Komisi D DPRD DKI yang sejak semalam ruangannya telah disegel KPK.

Arief pun mendorong, agar KPK membongkar siapa pun yang diduga terkait dengan kasus operasi tangkap tangan tersebut.

Menurut dia, tidak mungkin korupsi hanya melibatkan satu orang saja.

“Kalau memang ada petinggi Gerindra ataupun anggota DPRD Gerindra lainnya yang terlibat dengan kasus Sanusi, langsung saja diangkut dan ditangkap,” ujar Arief.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi KPK apakah Sanusi merupakan salah satu yang ditangkap tangan KPK pada Kamis malam.

Saat ditanya apakah salah satu yang ditangkap tangan adalah Sanusi, Agus Rahardjo tidak mau menjawab. Agus mengaku tidak hafal nama-nama pihak yang ditangkap tangan KPK Kamis malam.

“Saya sudah dilapori, nama saya enggak hafal. Tunggu konpers saja,” ujar Agus. (adm3)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.