Palembang, Sumselupdate.com – Dugaan pasien dalam kondisi koma dipulangkan dari RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang menjadi sorotan publik. Keluarga pasien bernama Abdul Hamid (49) mengaku diminta membawa pulang anggota keluarganya meski belum sadar.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal, menilai jika informasi tersebut benar, maka hal itu merupakan bentuk kelalaian serius dalam pelayanan kesehatan.
“Jika benar pasien dalam kondisi koma dipaksa pulang, ini bukan hanya pelanggaran prosedur, tetapi juga tindakan yang tidak manusiawi. Hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak telah diabaikan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Selatan, RSMH seharusnya memberikan pelayanan maksimal, terutama bagi pasien dalam kondisi kritis.
“Rumah sakit jangan justru membebani keluarga pasien. Yang diutamakan itu keselamatan dan kemanusiaan,” katanya.
SIRA pun mendesak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ombudsman Republik Indonesia, serta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan tersebut.
“Kami minta ada transparansi agar publik tidak dihantui ketidakpastian,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang memberikan klarifikasi terkait kondisi pasien. Humas rumah sakit, Suhaimi, menyebut pasien berinisial AH saat ini berada dalam tahap perawatan paliatif.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan tim medis, kondisi tanda vital pasien dinyatakan stabil sehingga memungkinkan untuk direncanakan pemulangan dengan pengawasan keluarga.
“Rencana pemulangan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan perawatan lanjutan di rumah. Rumah sakit memastikan seluruh kebutuhan pasien, termasuk peralatan medis, dapat terpenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, tim medis juga telah memberikan edukasi kepada keluarga terkait kondisi pasien dan tata cara perawatan di rumah guna menjaga kualitas hidup pasien selama menjalani perawatan paliatif.
Selain itu, rumah sakit telah menggelar pertemuan keluarga atau family meeting untuk membahas rencana perawatan lanjutan secara menyeluruh.
Kasus ini mencuat setelah keluarga pasien mengaku keberatan dengan rencana pemulangan karena menilai kondisi pasien masih kritis. Perbedaan persepsi antara keluarga dan pihak rumah sakit pun memicu polemik di tengah masyarakat.
(**)











