Pagaralam, Sumselupdate.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Liku Endikat, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Kobaran api yang muncul di tepi jalan sempat mengganggu arus lalu lintas dan mengancam perkebunan warga di sekitar lokasi.
Asap pekat membumbung dari lereng perbukitan hingga mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Sejumlah pengendara memilih menghentikan kendaraannya karena khawatir api merambat ke badan jalan, sementara sebagian lainnya tetap melintas dengan mempercepat laju kendaraan untuk menghindari kobaran api.
Liku Endikat merupakan salah satu kawasan yang kerap dilanda kebakaran saat musim kemarau. Vegetasi yang mengering serta kontur wilayah yang curam membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Beruntung, respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pagaralam berhasil mencegah api meluas. Satu unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api sebelum menjalar ke area perkebunan warga.
Salah seorang pengguna jalan, Somad, mengaku sempat menghentikan kendaraannya karena kobaran api berada sangat dekat dengan badan jalan.
“Apinya tepat berada di tepi jalan. Karena khawatir mengenai kendaraan, kami memilih berhenti sampai api menjauh dari badan jalan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pagaralam, Herman, mengatakan tim bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Tim langsung menuju lokasi dan api berhasil dipadamkan. Namun kami tetap waspada karena kondisi medan di lokasi cukup ekstrem dengan adanya jurang yang dalam sehingga berpotensi menyulitkan proses pemadaman apabila kebakaran kembali terjadi,” katanya.
Menurut Herman, karakteristik kawasan Liku Endikat yang berbukit dan memiliki akses terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas saat melakukan pemadaman.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan selama musim kemarau.
“Saat ini kondisi vegetasi sangat kering sehingga puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran lahan. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Pagaralam masih tinggi selama musim kemarau berlangsung. Kewaspadaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga maupun lingkungan.
(**)











