Pasien BPJS Keluhkan ‘Dua Wajah’ Layanan RSMH Palembang, Harus Bayar Lagi Jika Ingin Nyaman (Bagian 1)

Writer: - Minggu, 24 Agustus 2025
Pasien yang mendaftar di Graha Eksekutif RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang (kiri). Pasien yang mendaftar di Instalasi Rawat Jalan dan Geriatri. (Foto; Sumselupdate.com/Tim Redaksi).

Pelayanan di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kembali disorot. Pasien BPJS Kesehatan mengeluhkan adanya ‘dua wajah’ layanan, di mana kenyamanan hanya bisa dirasakan jika bersedia merogoh kocek tambahan ratusan ribu rupiah.

KEBIJAKAN pelayanan pasien RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang yang menggunakan BPJS Kesehatan, menuai sorotan.

Read More

Pasalnya, rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) ini diduga menerapkan pelayanan berbeda antara pasien BPJS dengan pasien umum.

Dari penelusuran wartawan, pasien BPJS Kesehatan yang melakukan kontrol bulanan diarahkan ke Instalasi Rawat Jalan dan Geriatri. Proses pendaftaran memang relatif cepat karena sudah melalui aplikasi, check-in online, hingga verifikasi sidik jari.

Namun, keluhan muncul di ruang tunggu Poli Rawat Jalan yang penuh sesak dan tidak nyaman akibat membludaknya pasien.

Pasien yang menunggu layanan Kesehatan di Graha Eksekutif RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang (kiri). Pasien yang menunggu layanan Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan dan Geriatri. (Foto; Sumselupdate.com/Tim Redaksi).

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pasien yang ditangani oleh dokter residen atau PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) tanpa didampingi dokter konsulen.

Selain itu, pasien juga harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan obat. Bagi pasien dari luar kota, antrean bisa berlangsung sejak pagi hingga sore.

Manajemen rumah sakit memang menawarkan alternatif melalui jasa ekspedisi yang bisa mengambilkan obat, tetapi hanya untuk wilayah Palembang dengan biaya tambahan Rp11 ribu hingga Rp13 ribu.

Yang lebih disorot publik, RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang juga menawarkan pasien BPJS untuk menggunakan layanan Graha Eksekutif.

Di fasilitas ini, pasien bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis, ruang tunggu ber-AC, serta pengambilan obat lebih cepat.

Namun, layanan nyaman tersebut tidak gratis. Pasien BPJS tetap diwajibkan membayar selisih biaya sebesar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per kunjungan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan masyarakat: apakah RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang benar-benar memberikan pelayanan yang setara bagi pasien BPJS Kesehatan, atau justru mendorong pasien beralih ke layanan berbayar?

(**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts