Usai Ditahan di Malaysia, Residivis Tertangkap Mencuri Motor di Palembang

Tiga pencuri motor diamankan di Mapolda Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Dipenjara satu tahun di Malaysia dalam kasus pencurian tetap tak membuat Arsyik Wijaya (36) jerah. Warga Jalan Gotong Royong 2, Kecamatan Sako ini kembali tertangkap bersama tiga temannya karena mencuri sepeda motor di Toko Roti Fortuna, Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Sabtu (18/11).

Dalam kasus ini Unit IV Subdt III/Jatanras Polda Sumsel juga mengamankan tersangka Amri Saputra (29), warga Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Plaju dan Amri Saputra alias Aam (27) warga Talang Jambe. Sedangkan satu pelaku lainnya, yakni Adi masih dalam pengejaran.

Bacaan Lainnya

Kepada petugas Arsyik mengaku, dirinya pernah pernah menjadi TKI dengan bekerja di Kualalumpur, Malaysia pada tahun 2001 lalu. “Saya ke Malaysia ikut teman. Tapi, saat mau mencuri, saya tertangkap. Setahun di penjara Malaysia, saya pulang ke Palembang,” ujarnya.

Dalam aksinya mencuri motor  beberapa kali di Palembang, Arsyil mengaku berperan mengawasi situasi.Dari setiap penjualan sepeda motor curian, tersangka mengaku mendapat bagian uang Rp750 ribu yang dijual tersangka Wahyu Saputra di kawasan Jalur Banyuasin.

Tersangka Wahyu Saputra enggan berkomentar kepada sejumlah wartawan saat disinggung terkait penjualan sepeda motor hasil dari pencurian.  “Dijual ke Jalur. Saya hanya dapat bagian Rp 700 ribu,” ujarnya.

Kasubdit III/Jatanras Polda Sumsel AKBP Erlin Tangjaya melalui Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan, tiga orang tersangka ditangkap dua hari pasca mereka melakukan aksi curanmor. Satu tersangka masih dalam pencarian.

Penangkapan tersangka, berawal dari penyelidikan rekaman CCTV di sekitar TKP. Saat akan  ditangkap, sambungnya, anggota terpaksa memberikan tindakan tegas kepada tersangka Amri Saputra alias Aam dan Wahyu Saputra.

Keduanya melawan dan merebut senjata api milik anggota. Namun dengan kesigapan anggota di lapangan, aksi kedua tersangka gagal hingga keduanya dibekuk dengan hadiah timah panas di kakinya.

Dari penyelidikan, sambung Zainuri, tersangka Arsyik Wijaya pernah ditahan di Malaysia dalam kasus pecah kaca untuk melakukan pencurian. Sedangkan tersangka Wahyu Saputra merupakan residivis kasus Curanmor yang baru satu bulan keluar dari penjara.

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP Ancaman hukumannya diatasi 5 tahun kurungan penjara karena masing-masing tersangka merupakan residivis,” tukasnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.