Usai Beraksi, Satu Pelaku Komplotan Pembobol Rumah Walet dengan Cuka Parah Diringkus!

Tersangka Jumadi Imron saat dihadirkan dalam press realese penangkapan pelaku komplotan pembobol rumah walet menggunakan cuka paraholeh anggota Unit 2 Subdit III Jatanras Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (15/1/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Tak sampai 1X24 jam melancarkan aksi, satu pelaku komplotan pembobol rumah walet menggunakan cuka parah berhasil diamankan anggota Unit 2 Subdit III Jatanras Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (11/1/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

Read More

Tersangka Jumadi Imron, warga Jalan Nahrawi, Kelurahan Kenten Laut, Talang Kelapa Banyuasin diringkus petugas usai melancarkan aksi di Kabupaten Banyuasin pada hari yang sama sekitar pukul 03.00 WIB.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengatakan, tersangka Jumadi Imron melakukan aksi bersama dua orang rekannya yang masih berstatus DPO.

“Pelaku kita amankan di hari yang sama sekitar pukul 16.00 sore. Dari pengakuan pelaku sudah kedua kalinya melakukan di rumah walet berbeda namun masih di wilayah yang sama,” ungkapnya.

Setiap beraksi, komplotan ini menggunakan air keras atau cuka parah.

Di mana ketiga pelaku menyiramkan air sulfat ke dinding dengan siasat lebih mudah untuk dibor.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika saat press realese penangkapan tersangka Jumadi Imron yang merupakan satu pelaku komplotan pembobol rumah walet menggunakan cuka parah, Sabtu (15/1/2022).

Setelah berhasil melubangi dinding, ketiga pelaku masuk secara bersama dan berhasil membawa kabur sarang walet hingga lebih dari dua kilogram.

Kompol Agus Prihadinika mengatakan dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan satu stel jaket dan celana panjang warna hitam.

Turut diamankan tas berwarna hitam, satu bilah pisau, satu botol cuka parah, satu unit mobil jenis pick up warna putih dengan nopol BG 8323 JH serta dua potong sarang walet hasil curiannya.

Akibat ulahnya, Jumadi Imron dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan tindakan kekerasan dengan ancaman penjara selama-lamanya 12 tahun kurungan.

Sementara dari pengakuan tersangka Jumadi Imron, belum mendapatkan uang dari hasil curiannya yang rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“ini kami sudah yang kedua kali mencuri di desa itu, duit itu sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saya,” ucapnya.

Sementara terkait dengan tindakan kekerasan dengan melepaskan letusan senjata api, diakui Imron dilakukan oleh salah satu rekannya yang masih belum ditangkap.

“Yang nembak itu BN (inisialnya), dia juga yang punya ide untuk mencuri lagi di situ,” ungkapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.