Laporan: Alpian Patria Jaya
Muaradua, Sumselupdate.com – Penantian panjang masyarakat daerah perkebunan di Desa Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) untuk memiliki jembatan layak sebagai akses sarana transportasi akan segera terjawab.
Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Sumsel Fraksi Golkar Heru Prayogo, SE. Politisi partai berlambang beringin tersebut mengatakan, pembangunan jembatan yang oleh masyarakat sekitar disebut Jembatan Sungai Selulu ini merupakan hutang politiknya pada waktu masa kampanye tahun 2019 lalu.
“Alhamdulilah syukur. Tim keluarga dari desa Danau Jaya sekitar dua minggu lalu ditemani rekan media telah bersilaturami sekaligus membahas terkait hutang atau janji saya saat kampanye yang belum sempat saya tunaikan. Terus terang saya berterimakasih sekali sudah ada yang mengingatkan, karena saya sadar tanpa bantuan dan support dari masyarakat niscaya mustahil kami bisa diberi tanggung jawab besar seperti sekarang ini,” ungkap Heru
Heru pun mengapresiasi awak media yang turut andil membantu mendampingi pembangunan jembatan tersebut.
“Kemarin saya kontak temen media untuk ikut andil membantu mewakili saya turun ke lapangan, karena saya belum sempat, terbentur jadwal yang bersamaan. Alhamdulillah janji tersebut sudah tertunaikan dan harapannya bisa membantu serta bermanfaat guna kepentingan masyarakat,” pungkasnya l.
Sementara itu beberapa perwakilan masyarakat yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi pembangunan jembatan tampak hadir guna menerima penyerahan secara simbolis
dari Heru Prayogo, SE yang diwakilkan kepada pewarta Sumselupdate.com dan diterima langsung oleh Suhud selaku Kepala Desa Danau Jaya Mewakili masyarakat, Suhud menyampaikan terimakasih atas jembatan yang telah pihaknya terima.
Diketahui berdasarkan keterangan yang dihimpun dari masyarakat, jembatan tersebut diberi nama Jembatan Sungai Selulu, yang merupakan akses sarana transportasi satu-satunya yang menghubungkan Dusun VII Talang Jawa dan Dusun VIIU Talang Tenam 1. Sementara masyarakat sedikitnya terdiri 50 KK lebih.
Masyarakat di dalam lokasi perkebunan dan ratusan hektar tanah petani serta ratusan ton hasil pertanian terancam terisolir tak dapat dikeluarkan dari lokasi seberang jembatan jika kondisi jembatan tak kunjung di perbaiki.( **)











