Terbakar Api Cemburu, Suami Gorok Leher Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Tersangka Rivat Eka Putra diamankan di Mapolres Prabumulih, Rabu (25/11/2020).

Laporan: Syahrial Hadi

Prabumulih, Sumselupdate.com – Warga Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan mendadak geger menyusul terjadinya pembunuhan sadis di Karaoke Diva Family Prabumulih yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, Rabu (25/11/2020), sekitar pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Dalam peristiwa pembunuhan itu, Ario Fernando (32), warga Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Muaradua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, tewas mengenaskan dengan tiga tusukan pisau dan leher luka bekas digorok.

Sementara pelaku adalah Rivat Eka Putra (43), warga Jalan Kerinci Vina Asri 2, Kelurahan Muaradua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman mengatakan, tersangka pembunuhan sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Kapolres, kasus pembunuhan diduga akibat tersangka Rivat terbakar api cemburu karena istrinya berinsial Yebi (37) diduga berselingkuh dengan korban.

Istri pelaku bernama Yebi.

Menurut keterangan pelaku, setelah dia mengetahui istrinya sedang berada di room karaoke bersama pria idaman lain.

Pelaku langsung mengecek, dan benar istrinya berada di Room 3 bersama korban.

Dikarenakan cemburu, pelaku langsung emosi dan menghujamkan pisau sebanyak tiga kali, lalu menggorok leher korban.

“Kita telah mengamankan pelaku dan istrinya. Selain itu kami juga membawa saksi ke Polres Prabumulih, pelaku akan dijerat pasal 338 dan 351 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara. Dan untuk Korban telah dibawa ke RSUD Prabumulih untuk diautopsi,” jelasnya.

Sementara itu, dari keterangan Manajer Karaoke Diva Family Prabumulih, Egus, sebelum kejadian kondisi tempat karaoke awalnya normal.

Sekitar pukul 13.30 WIB, seorang perempuan datang dan memesan Room 3. Awalnya, ia sendiri di dalam ruangan karaoke. Selang 15 menit, datang seorang laki-laki ke dalam room, yang kemudian diketahui bernama Ario.

“Nah, di dalam kita tidak tahu karena mereka karaoke,” ujarnya.

Tempat kejadian perkara pembunuhan.

Berselang 30 menit kemudian, datang seorang pria yang belakangan diketahui bernama Rivat. Saat pelaku datang, petugas security sebenarnya sempat menegur dan bertanya, apakah mau karaoke atau tidak terhadap pelaku.

“Katanya mau karaoke dan ditanya sudah check in?. ia menjawab belum. Lalu disuruh check in lewat WhatsApp, karena tak bisa masuk kalau belum check in,” katanya menirukan percakapan security dengan pria tersebut.

Saat itu, pelaku tersebut mengaku baru pulang kerja, dan karena di luar terik, sehingga izin minta masuk ke dalam guna menunggu teman.

“Karena sepertinya orang itu tidak ada niat jahat, jadi dipersilakan masuk dan diberikan  izin,” bebernya.

Tak lama setelah itu, ia mendengar ada keributan. Petugas security pun langsung bergerak cepat dan mencoba melerai pelaku keributan. Apalagi pelaku membawa pisau.

“Kita coba tarik, tapi tidak bisa, karena tenaga pelaku kuat. Posisi saat itu, pelaku hendak menusuk wanita bukan laki-laki. Lalu kami keluar menghubungi polisi. Setelah itu, perempuan keluar gedung dengan darah semua,” jelasnya.

Sementara pelaku usai membunuh duduk di kursi ruang karaoke Room 3, sembari melihat korban bersimbah darah. Setelah polisi datang langsung mengamankan pelaku di Room 3.

“Dia tidak kabur, tapi tetap di dalam room,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.