Yangon, Sumselupdate.com – Sebanyak 1.681 warga dari 435 kepala keluarga (KK) dievakuasi setelah hujan lebat yang terus mengguyur menyebabkan Sungai Belin meluap dan merendam wilayah dataran rendah di Belin, Negara Bagian Mon, Myanmar.
Seorang pejabat dari Departemen Pemadam Kebakaran Belin mengatakan hujan deras mulai mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat (10/7), sehingga ketinggian air Sungai Belin meningkat hingga melampaui level bahaya.
Kondisi tersebut mendorong pihak berwenang bersama Departemen Pemadam Kebakaran Belin dan tim penyelamat sukarelawan melakukan operasi evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
“Sebanyak 1.681 orang dari 435 rumah tangga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman,” kata pejabat tersebut kepada Xinhua, Senin (13/7).
Untuk menampung para korban banjir, pemerintah setempat membuka 10 kamp pengungsian sementara.
Hingga Senin pagi waktu setempat, ketinggian air Sungai Belin dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, seluruh warga yang dievakuasi masih tetap berada di kamp pengungsian sebagai langkah antisipasi apabila hujan kembali turun.
Pihak berwenang memperkirakan para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dalam beberapa hari ke depan apabila kondisi cuaca terus membaik dan debit air sungai kembali normal.
Banjir akibat hujan musiman merupakan salah satu bencana yang kerap melanda sejumlah wilayah di Myanmar setiap tahun, terutama di kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai besar. Pemerintah bersama tim penyelamat terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai guna memastikan keselamatan warga terdampak.
(**)











