Takluk Dari Jatim, Pegulat Sumsel Raih Medali Perak

Atlet gulat Sumsel

Bandung, Sumselupdate.com – Kontingen gulat Sumsel harus puas meraih medali perak setelah atlet andalan mereka Ronald Lumban yang turun di kelas 125 kg Freestyle dikalahkan pegulat asal Jatim Sapto, saat partai final di GOR Saparua, Minggu (25/9/2016) malam.

Ronald sendiri sempat ketinggalan 5 poin setelah juri memutuskan bantingan Sapto masuk dalam hitungan nilai. Akhirnya kuncian Sapto berhasil menghentikan pegulat asal Sumsel tersebut dan dinyatakan menang oleh Juri. Usai pertandingan Ronald mengaku memang layak kalah mengingat lawan lebih unggul dalam persiapan selama jelang PON.

Bacaan Lainnya

“Allhamdulliah syukur saya dengan medali perak ini,” katanya.

Sementara itu, pelatih gulat Sumsel, Deni menambahkan, lawan di partai final memang terbilang berat. Terlebih  pegulat Jatim lebih siap dengan melakukan training center ke Kazakshtan dan dilatih oleh pelatih asing sehingga persiapan lawan lebih matang.

“Tapi kita tetap bersyukur hasil ini, ini adalah rezeki dari tuhan.Kita juga masih menyisahkan nomor di kelas 97 kg atas nama Dedi, kelas 85 kg gaya grigo atas nama Wayan dan kelas 98 gaya grigo dengan atlet Kuanto. Untuk peluang emas ada di nomor gaya bebas 125 dan 98 grigo, pesaing grigo datang dari Kalsel faktornya mereka juga sudah lebih banyak jam terbang bertanding melawan orang asing (Rusia),” sebut dia.

Dia pun sempat memprotes kepada wasit dan dewan juri, sebab Ronald seharusnya mendapat poin 2 setelah melakukan bantingan, malah juri tidak memberikan nilai dan menambah poin Jatim 5.

“Harusnya dapat dua poin, karena Jatim jatuhnya di belakang saat bantingan, tapi kita malah tidak dapat poin, ini pengalaman kita dan Ronald juga akan masuk seleksi Pelatnas,” katanya.

Sebelum pertandingan Ronald melawan Sapto, insiden memalukan terjadi di partai final gulat kelas 61 kg antara atlet Kaltim melawan tuan rumah Jabar. Di mana kedua pelatih saling masuk ke lapangan di saat pertandingan terjadi. Bahkan harus ditunda selama 2 jam.

Keduanya saling protes, karena tidak menerima hasil dari juri. Penyulutnya karena Jabar diuntungkan juri dengan diberikan nilai dua sehingga sama poin 4-4, namun dalam hitungan statistik Jabar dimenangkan. Aparat TNI dan Kepolisian yang mengamankan jalannya pertandingan, langsung melakukan langkah sigap.

Kedua suporter juga saling ejek yang semakin membuat suasana panas. Beruntung juri dan panitia mengambil langkah sikap dengan mengulang pertandingan dan dimenangkan Kaltim lewat atletnya Hamka. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.