Tak Lagi Gunakan Whatsapp, ISIS beralih ke Alrawi

Selasa, 19 Januari 2016

Jakarta, Sumselupdate.com — ISIS saat ini telah menjelma menjadi organisasi penebar terror yang menglobal. Beralihnya strategi ‘perjuangan’ mereka yang tidak hanya di Suriah dan Irak – sebagaimana nama mereka, menjadi perjuangan semesta, telah menjadikan mereka kelompok yang paling dikhawatirkan oleh berbagai pemerintahan dunia.

Apalagi ditunjang dengan budget yang sangat besar, membuat mereka tidak kehabisan logistik dalam menyuplai para martir mereka. Dengan dana itu pula, mereka menjadi leluasa dalam melakukan propaganda di dunia maya. Sekaligus memanfaatkan sebesar-besarnya peluang tersebut untuk mendukung aksi mereka.

Read More

Salah satunya adalah perihal komunikasi antar mereka. Dikabarkan, para anggota ISIS berkomunikasi melalui aplikasi Android baru setelah ditendang dari WhatsApp, Telegram, dan aplikasi pesan instan lainnya.

Dikutip dari Antara News, salah satu aplikasi chat ini adalah Alrawi. Chat yang dibuat terenkripsi itu menjadikan pemerintah dan badan-badan keamanan lebih sulit dalam memata-matai rencana teroris.

Hal ini ditemukan oleh jaringan kontraterorisme yang dikenal sebagai Ghost Security Group. Sebelumnya, ISIS dilaporkan berkomunikasi melalui Telegram.

Meskipun keamanan Alrawi tidak secanggih WhatsApp atau Telegram, aplikasi chat ini melindungi pengguna dengan mengenkripsi teks. Selain itu, tanpa perusahaan terkemuka di belakang Alrawi, tidak ada yang melarang ISIS untuk menggunakannya.

Alrawi tidak dapat diunduh dari Google Play, melainkan harus diunduh dengan kode tertentu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh platform mobile tersedia untuk memerangi terorisme.

Pemerintah mendorong untuk membuka enkripsi, namun mungkin ada cara lain untuk menjaga keamanan tanpa melanggar privasi banyak orang.

Apple dan Google dapat dengan mudah mengeluarkan aplikasi yang digunakan untuk kegiatan berbahaya di toko aplikasi resmi mereka.

Namun, akankah mereka bersedia mengkontrol lebih jauh penggunaan langsung sistem operasi mobile mereka?

ISIS, melalui kelompok teroris Santoso, mengakui bertanggungjawab atas serangan teror ke kawasan Sarinah, Thamrin, Kamis minggu lalu.

Sejumlah media massa internasional menyebutkan perancang Teror Thamrin yang diyakini berada di Suriah telah berkomunikasi dengan fasilitas chat Telegram. (adm3/kps)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts