Sosialisasi ke Pasar Tradisional, Pemkot Ingatkan Sanksi ke Para Pedagang

SOSIALISASI-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melakukan sosialisasi penegakan hukum disiplin protokol kesehatan di Pasar Padang Selasa, Senin (14/9/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Dikhawatirkan tidak taat protokol kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melakukan sosialisasi ke pasar tradisional. Pasalnya, sanksi denda hingga Rp500 ribu akan diberlakukan pada, Rabu (16/9/2020).

Sosialisasi penegakan hukum disiplin protokol kesehatan dilaksanakan Pemerintah Kota Palembang bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, di Pasar Padang Selasa, Senin (14/9/2020).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi itu sejalan dengan pemberlakuan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 37 tentang turan protokol kesehatan.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pemantauan penerapan protokol kesehatan sekaligus sidak makanan. Tidak hanya masyarakat di perkantoran, mall juga pasar tradisional harus menerapkan protokol kesehatan. Beberapa hari ke depan sanksi diterapkan, tanpa terkecuali.

“Bukan hanya untuk sanksi kita terapkan protokol kesehatan, tapi juga untuk kesehatan bersama,” kata Fitrianti.

Ia mengatakan, dirinya juga kembali melakukan inspeksi dadak (Sidak) di sejumlah pasar tradisional lainnya untuk terus menyosialisasikan protokol kesehatan.

“Ini akan kami lakukan terus-menerus di sejumlah pasar Kota Palembang. Selain itu, kami melakukan pemantauan protokol kesehatan di pasar tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, setelah sepekan dilakukan sosialisasi, baru penerapan sanksi akan berlaku. Sanksi yang diberikan pun mulai sanksi teguran, sanksi sosial seperti sapu taman, pungut sampah, sampai pengenaan denda Rp100 ribu – Rp500 ribu.

Alhamdulilah pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Padang Selasa, sudah menerapkan protokol kesehatan, mengenakan masker dan menjaga jarak,” katanya.

Hanya saja, kata Fitri, pada Sidak pihaknya kembali menemukan makanan seperti mie basah, kwitiau dan makanan tradisional kue apem yang dijual pedagang masih mengandung formalin.

“Hasil temuan adanya bahan berbahaya pada makanan itu akan ditindak oleh BBPOM Palembang,” ujarnya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.