Sidang Lanjutan Suap OTT KPK Bupati Muaraenim, Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi

Suasana sidang.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang lanjutan dugaan penerima suap yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat oknum Bupati Muaraenim nonaktif Ahmad Yani, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, Selasa (4/2/2020).

Sidang dengan agenda menghadirkan saksi-saksi yang terkait dugaan kasus ‘Rasuah’ commitment fee terhadap 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Kabupaten Muaraenim.

Bacaan Lainnya

Sebanyak lima orang saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI Roy Riyadi yang merupakan kolega dari terdakwa Ahmad Yani.

Kelima saksi itu masing-masing Ediansyah selaku Kasubag Keuangan Dinas PU PR Muaraenim, Suparyono honorer Dinas PU PR Muaraenim, Muhammad Reza Umari ajudan Bupati Muaraenim, dan Faurez selaku sopir pribadi keluarga terdakwa Robi.

Saat memberikan kesaksiannya, salah satu saksi yakni Ediansyah mengakui, sebagai PNS Dinas PU PR di lingkungan Pemkab Muara Enim mengenai komitmen fee proyek yang sudah menjadi kebiasaan ketika yang menurut sepengetahuannya sudah dimulai sejak zaman sebelum Ahmad Yani menjabat sebagai Bupati Muara Enim.

“Dari cerita Pak Elvin, fee proyek terjadi sudah sejak tahun 2017, yang saat itu pernah ada proyek yang fee proyeknya saat zamannya Pak Bupati Muzakir Sai Sohar, namun zamannya Pak Ahmad Yani pemberian fee melalui satu pintu yakni Pak Elvin,” ujarnya.

Selain itu, saksi Edi mengatakan pernah menerima sejumlah uang yang ditransfer dalam rekening milik saksi Sariyani yang dipinjam oleh saksi Ediansyah dari salah satu karyawan perusahaan milik terdakwa Robi Okta Fahlevi.

“Uang tersebut dari Jenifer Capriati staff Robbi sebanyak Rp 25 juta atas perintah perintah pak Elvin sebagai uang titipan dari pak Robi, namun tidak tau itu uang apa,” terangnya.

Terkait pertanyaan majelis, kenapa tidak langsung menggunakan rekening pribadi milik saksi Ediansyah sendiri malah meminjam rekening punya orang lain yakni milik saksi Sariyani yang tidak lain adalah sepupu Ediansyah sendiri.

“Pada hari yang sama ternyata limit transfer rekening pribadi saya telah digunakan untuk mentransfer sejumlah uang kepada teman-teman wartawan atas perintah Pak Elvin, jumlahnya beragam ada yang Rp 3 juta, Rp 5 juta dan Rp 10 juta namun uang tersebut untuk apa saya tidak mengetahuinya,” ujarnya.

Selain saksi Ediansyah, saksi Reza Umari Ajudan pribadi Bupati Muaraenim non aktif Ahmad Yani juga memberikan kesaksiannya mengaku pernah beberapa kali menerima titipan dari saksi Ediyansah dan Terdakwa Elfin berupa bungkusan paperbag dan kardus yang diduga uang dalam jumlah tertentu.

“Seingat saya waktu itu di kediaman rumah dinas pak Bupati Ahmad Yani, ada beberapa kali Pak Edi menitipkan sesuatu untuk pak Bupati Ahmad Yani, serta ada juga dari pak Elfin langsung ke saya dalam bentuk kantong paperbag namun ketika ditanya isinya apa, mereka bilang kasih saja sama pak Bupati,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan seorang saksi bernama Faurez sopir pribadi terdakwa Robi Okta Fahlevi yang mengaku pernah beberapa kali mengantarkan majikannya tersebut menemui Bupati terdakwa Ahmad Yani, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, serta mengantar adik Robi menemui Ramlan untuk menyerahkan handphone baru pembelian terdakwa Robi.

“Iya yang mulia saya supir pribadi keluarga Pak Robi, seingat saya pernah beberapa kali mengantar Pak Robi menemui beberapa koleganya yakni Pak Bupati Ahmad Yani, Pak Ramlan serta Om Yes (Aries HB). Namun dalam kepentingan apa saya tidak mengetahuinya yang mulia,” tandasnya.

Sekadar mengingatkan, bahwa tertangkapnya terdakwa oleh KPK tersebut diduga menerima suap untuk meloloskan 16 paket proyek stategis di Muara Enim tersebut terjadi sekira bulan Desember 2018 sampai dengan bulan September 2019 dengan nilai proyek Rp130 miliar dan pembagian komitmen fee 10 sampai 15 persen yang berasal dari dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Muaraenim tahun anggaran 2019 yang dilakukan terdakwa Robbi Okta Fahlevi (berkas terpisah) bersama-sama.

Dengan memberi uang dalam bentuk dollar amerika sejumlah USD35.000 dan dalam bentuk rupiah sejumlah Rp22.001.000.000,00 (dua puluh dua miliar satu juta rupiah) atau setidak-tidaknya sejumlah itu.

Tak hanya uang, diberikan juga dua unit kendaraan bermotor, yakni satu unit mobil pick up merk Tata Xenon HD single cabin warna putih, satu unit mobil SUV Lexus warna hitam Nopol B2662 KS sebagai bagian dari realisasi pemberian komitmen fee proyek 15% di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kabupaten Muaraenim Tahun 2019 kepada pihak Pemkab Muaraenim dan pihak-pihak terkait lainnya. (tra)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.