Sempat Rusuh, Tim Polo Air Sumsel Harus Akui Keunggulan Tuan Rumah

Senin, 19 September 2016
CDM Kontingen Sumsel yang juga Dirut Bank Sumsel Babel M Adil memberikan semangat bertandingan tim Polo Air Sumsel di PON XIX. Namun dalam pertandingan yang digelar di Stadion Renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2016), tim Sumsel dikandaskan tim tuan rumah.

Bandung, Sumselupdate.com – Kontingen tim Polo Air Sumatera Selatan harus mengakui keunggulan tuan rumah Jawa Barat dengan skor akhir 15-6 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2016).

Namun insiden sempat terjadi saat Sumsel unggul dengan skor 2-0, di mana keributan antar-atlet yang sedang bertanding terjadi.

Read More

Keributan bermula dari pendukung DKI Jakarta terpancing emosi sehingga di tribun atas terjadi kericuhan.

Rusuh ini karena dipicu penonton dipukul anggota keamanan sehingga emosi tidak dapat dibendung.

Akibatnya, pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit kemudian dilanjutkan lagi.

Namun, saat pertandingan dilanjutkan, tim Sumsel tidak bisa berbuat banyak karena angka demi angka diperoleh tim Jabar dengan skor akhir 15-6 untuk keunggulan tuan rumah.

CDM Kontingen Sumsel M Adil mengatakan, memang Sumsel sudah berupaya untuk tampil terbaik, namun belum juga unggul.

Meski belum merebut medali emas, peluang masih terbuka lebar karena cabang unggulan masih belum bertanding.

 

Suasana kerusuhan yang terjadi tribun atas saat pertandingan polo air yang berlangsung di Stadion Renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2016).
Suasana kerusuhan yang terjadi tribun atas saat pertandingan polo air yang berlangsung di Stadion Renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2016).

 

Sementara itu, pelatih polo air Sumsel, Hunce Hamzah menyayangkan keterlibatan aparat dari unsur TNI yang melakukan pelemparan botol air mineral kepada atlet Sumsel yang tengah bertanding.

“Jelang berakhirnya babak kedua, ada pemain Sumsel atas nama Aden yang dipukul oleh pemain tuan rumah dengan nomor punggung 2. Kemudian yang bersangkutan diingatkan oleh kapten tim kita dan memintanya untuk tidak meneruskan aksi tidak sportif tersebut,” sebut Hunce Hamzah.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan atlet polor air Jabar lainnya, yakni M Hamid Firdaus, yang notabene merupakan pemain nasional juga terlibat memukul atlet Sumsel tersebut.

“Saat itu babak kedua sudah mau berakhir dengan kedudukan 6-4 untuk keunggulan tuan rumah, di awal pertandingan sendiri kita sempat unggul terlebih dulu dan memang kita dipancing emosinya. Saya sendiri sudah mengingatkan mereka, namun karena terus dipukul akhirnya pecah konsentrasi pemain kita,” terang dia.

Tidak hanya di kolam, suporter tuan rumah yang didominasi aparat berseragam dari TNI juga melakukan tindakan yang tidak sportif kepada tim Sumsel.

“Ketika kami unggul 2-0, kami dilempari oleh botol air mineral. Ini sangat kami sesalkan karena sebagai pihak keamanan seharusnya mereka turut menjaga ketertiban bukan malah memprovokasi,” ujar M Nurdiansyah, salah satu atlet polo air Sumsel.

Tidak hanya kepada tim Sumsel, aparat tersebut juga terlibat keributan dengan atlet DKI Jakarta yang berada di tribun dan memberikan dukungan kepada tim Sumsel.

“Salah satu atletnya ada yang terkena tendangan sepatu oleh aparat, videonya pun sudah tersebar di youtube. Setelah kejadian itu, konsentrasi Sumsel memang terganggu karena pemain kita ketakutan soalnya jumlah aparat tersebut sangat ramai dan akhirnya harus menyerah kalah,” ungkap dia.

Sumsel sendiri dengan kekalahan ini tetap akan bertanding kembali, Selasa (20/9), namun hanya untuk perebutan medali perunggu melawan DIY yang menyerah dari DKI Jakarta di babak semifinal. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts