Sekolah Pengguna Kurikulum 2013 Dihimbau Beli Buku Secara Online

Kurikulum 2013

Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghimbau sekolah pengguna kurikulum 2013 (K-13) untuk membeli buku pelajaran secara online. Pengadaan tersebut diminta dilakukan melalui situs Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, mengatakan, pengadaan barang dan jasa secara online ini sebagai solusi untuk menghindari terhambatnya distribusi pengadaan barang dan jasa pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Biasanya hambatan dalam implementasi kurikulum baru itu terkait masalah ketersedian buku pelajaran. Maka itu kami arahkan sekolah membeli buku pelajaran secara online agar efesien dan transparan,” ujar Hamid di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Hamid menambahkan, sekolah bisa memenuhi kebutuhan buku pelajaran melalui situs LKPP dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima.

Sejauh ini, jelas Hamid, telah ada 10 penerbit buku pelajaran sekolah yang sudah ditetapkan oleh LKPP sebagai penyedia resmi buku pelajaran sekolah. “Sepuluh penerbit ini sudah diseleksi kelayakannya oleh LKPP termasuk dari penetapan harga buku dan kualitasnya. Semua yang resmi sudah ada disitu,” ujarnya.

Sementara itu, kebijakan pengadaan barang secara online ini sesuai surat edaran Dirjen Dikdasmen Kemdikbud No 8/Tahun 2016 tentang Pembelian Buku Pelajaran Menggunakan dana BOS dan Surat Edaran No 10/Tahun 2016 tentang Penyediaan Buku Teks Pelajaran Sekolah Pelaksana K-13.

Dalam surat edaran tersebut diatur, jika pemesan buku terlambat, sekolah dapat terlebih dahulu menggunakan buku pelajaran yang sesuai dan tersedia di sekolah. Selain itu, sekolah dihimbau untuk memesan buku pelajaran kepada penyedia terpilih yang tercantum dalam e-catalog LKPP menggunakan dana BOS yang diterima sekolah.

Lebih lanjut Hamid menjelaskan, sejauh ini dari sekitar 208 ribu sekolah di Indonesia, sekitar 58 ribu sekolah (25 persen) telah menerapkan K-13 pada tahun pelajaran 2016/2017. Ditargetkan, pada tahun ini jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 44 persen dari total sekolah. (shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.