Sekayu, Sumselupdate.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Musi Banyuasin (Muba), dinamika pemilihan Ketua KONI periode 2026-2030 mulai memanas.
Sejumlah kalangan olahraga menyoroti adanya dugaan intervensi yang dilakukan oleh seorang oknum pejabat daerah terhadap beberapa cabang olahraga (cabor).
Informasi yang berkembang menyebutkan, oknum Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut diduga mengarahkan sejumlah Ketua Cabor yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan dukungan kepada salah satu kandidat Ketua KONI Muba.
Bahkan, sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut adanya narasi bahwa kandidat tersebut merupakan pilihan kepala daerah sehingga cabor diharapkan mengikuti arahan yang diberikan.
Tak hanya itu, beredar pula informasi mengenai adanya tekanan terhadap sejumlah pengurus cabang olahraga. Mereka disebut mendapat pesan bahwa dukungan terhadap kandidat tertentu akan berpengaruh terhadap keberlangsungan program pembinaan olahraga, termasuk alokasi anggaran.
“Harapan kami proses pemilihan Ketua KONI berjalan demokratis, jujur, dan bebas dari intervensi. Dunia olahraga harus dijauhkan dari kepentingan politik maupun tekanan birokrasi,” ujar salah seorang insan olahraga di Musi Banyuasin.
Sejumlah pemerhati olahraga juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi olahraga agar tetap fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi daerah.
Menurut mereka, setiap cabang olahraga memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan secara bebas sesuai mekanisme organisasi tanpa tekanan dari pihak manapun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut-sebut dalam dugaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp juga belum mendapatkan respons.
Di tengah mencuatnya isu tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Caretaker KONI Muba justru menegaskan pentingnya pelaksanaan Musorkab yang demokratis dan sesuai aturan organisasi.
Hal itu disampaikan saat Bupati Musi Banyuasin, M Toha Tohet menerima jajaran Caretaker KONI Muba di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (3/6/2026).
Rombongan Caretaker KONI Muba dipimpin Ketua Caretaker, Tubagus Sulaiman, yang juga menjabat Sekretaris Umum KONI Sumatera Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Tubagus menegaskan bahwa tugas caretaker adalah menjalankan roda organisasi sekaligus mempersiapkan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) untuk memilih Ketua KONI Muba periode 2026-2030.
“Kami berharap seluruh proses berjalan demokratis, kondusif, sesuai aturan organisasi, dan mendapat dukungan semua pihak demi kemajuan olahraga di Musi Banyuasin,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Muba M Toha Tohet menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan harus berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Ikuti seluruh aturan yang berlaku. Siapa pun yang nantinya terpilih, saya berharap dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memajukan olahraga di Musi Banyuasin,” kata Toha.
Ia menilai tingginya antusiasme insan olahraga untuk berpartisipasi dalam kepengurusan KONI merupakan hal positif yang menunjukkan besarnya kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah.
Toha juga mengingatkan bahwa Musi Banyuasin selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang atlet berprestasi bagi Sumatera Selatan, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional.
Karena itu, para pelaku olahraga berharap pelaksanaan Musorkab KONI Muba dapat berlangsung secara transparan, sportif, dan bebas dari intervensi, sehingga menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mampu membawa olahraga Musi Banyuasin semakin berprestasi di masa mendatang.
(**)











