RSUD Baturaja Kekurangan Air Bersih, Keluarga Pasien Mengeluh

Suasana di salah satu ruang rawat inap RS Ibnu Sutowo.

Baturaja, Sumselupdate.com – Kurangnya air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja dikeluhkan keluarga pasien yang dirawat inap disana.

“Saya heran kenapa banyak orang yang keluar masuk di ruangan Cempaka tempat keluarga saya dirawat. Ternyata mereka menumpang mengambil air,” ujar Nopri salah seorang keluarga pasien saat ditemui Kemarin (26/7).

Bacaan Lainnya

Akibatnya, kata Nopri, banyak keluarga pasien yang terpaksa meminta air bersih ke ruang perawatan lain untuk sekedar digunakan untuk keperluan MCK.

Mengetahui masalah tersebut, lanjut Nopri, dirinya mencoba menanyakan kepada petugas perawat mengapa keluarga pasien dari kamar lain mengambil air di kamar Cempaka karena secara tidak langsung itu mengganggu ketenangan pasien yang dirawat di ruang Cempaka

“Perawat tersebut menjawab kalau sekarang Air dari PDAM yang macet pak, dari siang sudah gak ngalir lagi, kalau memang ada ruangan yang masih memiliki air, itu merupakan air simpenan yang berasal dari dalam Tedmon yang ada di tower” ujar Nopri menirukan perkataan sang perawat.

Nopri berharap, pihak rumah sakit bisa meningkatkan pelayanan pasien karena bagaimana pasien bisa sembuh dan sehat kembali, kalau pelayanan dari pihak rumah sakit, seperti air bersih saja tidak bisa di atasi. “Kami berharap pihak rumah sakit bisa mencari solusi atas masalah ini” ungkap Nopri.

Terpisah, Direktut RSUD Ibnu Soetowo dr Rynna Dyana melalui akun facebooknya menuliskan, “Menanggapi kekurangan air di lingkungan RSUD Ibnu Soetowo, harus saya sampaikan penampungan air di RSUD sendiri terdiri lebih dari 45 tedmond air yang masing masing berisi 2000 liter. Hanya saja jumlah tedmond dalam masing masing rawat inap berbeda.

Seperti yang ada di ruang rawat inap penyakit dalam, ada 5 penampungan air bersih, artinya ada sekitar 10 ribu liter air. Kalau pun sampai sore air tidak mengalir maka biasanya keesokannya petugas kami akan membeli air guna kepentingan pasien terlebih dahulu baru kemudian untuk kebutuhan yang lain.

Yang jadi masalah sekarang, kita sudah memberitahukan kepada keluarga pasien agar menggunakan air seperlunya untuk kepentingan pasien namun yang terjadi, banyak keluarga pasien yang menggunakan air penampungan untuk cuci pakaian mereka pada saat menunggu pasien di tempat perawatan,” demikian tulis dr Rynna.

Ditambahkan dr Rynna, pihaknya sudah berusaha untuk semaksimal mungkin menyiapkan air bersih bagi pasien yang dirawat. Namun memang sekarang ini, kesulitan air PDAM bukan hanya terjadi di RS saja akan tetapi terjadi juga di wilayah tempat tinggal penduduk hal tersebut merupakan PR bersama yang harus kita selesaikan, tentunya pihak RS pun hanyalah bagian dari pelanggan.

“Kami mohon untuk dapat dimengerti, lebih dan kurang kami mohon maaf untuk pelayanannya yang kurang nyaman. Tetapi kami tidak pernah memaksakan pasien untuk tetap dirawat di tempat kami, jika memang mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ada biasanya petugas kami menyampaikan kondisi kesulitan kami dan menyerahkan sepenuh nya kepada pihak yang bersangkutan apakah tetap di rawat di tempat kami atau mencari RS lain yang lebih baik,” pungkasnya. (Yan)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.