Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkumham Babel) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kekayaan Intelektual (KI) di Perguruan Tinggi dan Sentra KI yang digelar secara daring oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Rabu (1/10/2025).
Rakor ini diikuti Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kaswo, didampingi Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Adi Riyanto, beserta jajaran.
Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI, Yasmon, menegaskan pentingnya peran kantor wilayah sebagai perpanjangan tangan Kemenkumham dalam mendukung capaian kinerja DJKI.
“Kinerja Direktorat sangat bergantung pada capaian di wilayah, sehingga diperlukan sinergi yang sejalan dengan arah kebijakan DJKI,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan permohonan Kekayaan Intelektual akan berdampak langsung terhadap kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Salah satu fokus pembahasan dalam rakor adalah penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Perguruan tinggi dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong peningkatan jumlah permohonan KI melalui hasil penelitian dan karya kreatif dosen maupun mahasiswa.
“Semakin aktif perguruan tinggi dalam memanfaatkan KI, semakin besar kontribusinya dalam membangun ekosistem KI yang berkelanjutan di wilayah,” tambah Yasmon.
Selain itu, Kanwil juga diminta melakukan pemutakhiran data perguruan tinggi dan Sentra KI di daerah, serta menentukan prioritas sosialisasi dan diseminasi KI secara lebih terukur. Kehadiran Sentra KI diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan pendampingan bagi perguruan tinggi serta pelaku inovasi di daerah.
Kepala Kanwil Kemenkumham Babel, Johan Manurung, menegaskan pihaknya berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan DJKI dan perguruan tinggi guna meningkatkan pendaftaran KI di wilayah.
“Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem KI yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing daerah melalui perlindungan hasil inovasi dan karya anak bangsa,” katanya.
(**)











