London, Sumselupdate.com – Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) mengecam keras serangkaian serangan terhadap pelayaran internasional di kawasan Laut Merah yang dinilai membahayakan keselamatan pelaut, mengancam perdagangan maritim, serta mengganggu rantai pasok global.
Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menegaskan serangan terhadap kapal-kapal niaga di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Saya dengan tegas mengecam serangan-serangan terbaru yang dilaporkan dilancarkan terhadap pelayaran internasional di kawasan Laut Merah. Serangan-serangan tersebut tidak dapat dibenarkan,” kata Dominguez dalam pernyataannya, Kamis (23/7).
Menurutnya, para pelaut merupakan warga sipil yang menjalankan pekerjaan penting dalam menopang perekonomian dunia sehingga tidak seharusnya menjadi sasaran konflik bersenjata.
Dominguez juga mengimbau seluruh operator kapal untuk melakukan penilaian risiko secara menyeluruh sebelum melintasi kawasan Laut Merah yang saat ini masih diliputi ketegangan.
“Para pelaut tidak boleh ditempatkan dalam situasi yang membahayakan atau menjadi sasaran dalam situasi konflik maupun ketidakstabilan,” ujarnya.
Selain itu, IMO kembali mendesak pembebasan seluruh pelaut yang masih disandera akibat aksi perompakan di Laut Merah dan Teluk Aden.
Menurut Dominguez, keselamatan para pelaut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan hukum internasional sekaligus menjadi tanggung jawab bersama masyarakat global.
Ia mengingatkan bahwa Laut Merah merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan perdagangan antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
Karena itu, berlanjutnya serangan terhadap kapal-kapal niaga berpotensi memperburuk ketegangan, mengganggu arus perdagangan internasional, serta mengancam kebebasan navigasi.
“Deeskalasi merupakan satu-satunya solusi,” tegasnya.
Dominguez juga menyampaikan keprihatinan atas potensi pencemaran lingkungan laut akibat berbagai insiden yang terjadi di Laut Merah maupun Selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, IMO akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kembali terjadi sejumlah insiden keamanan di kawasan Laut Merah yang memicu kekhawatiran dunia terhadap stabilitas salah satu jalur perdagangan maritim paling vital.
Pada Rabu (22/7), sebuah kapal tanker dilaporkan terbakar di lepas pantai Arab Saudi setelah dihantam proyektil tak dikenal, sebagaimana dilaporkan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
Di waktu yang hampir bersamaan, kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi yang berlayar di Laut Merah.
Berdasarkan data IMO, lebih dari 20 insiden percobaan maupun aksi perompakan serta perampokan bersenjata terhadap kapal tercatat terjadi di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden selama tiga bulan hingga 6 Juli.
IMO juga mencatat penggunaan senjata dalam aksi tersebut semakin berbahaya, sementara tingkat kekerasan terhadap awak kapal terus meningkat.
(**)











