Kemenhub Terima Hibah Rp177,99 Miliar, Bandara Maleo Morowali Siap Layani Pesawat Berkapasitas Besar

Writer: - Jumat, 24 Juli 2026
Penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI di Jakarta, pada Selasa (21/7). (Sumber foto: Kemenhub)

Jakarta, Sumselupdate.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerima hibah pembangunan dan pengembangan Bandara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, senilai Rp177,99 miliar dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park. Pengembangan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas kawasan industri Morowali yang terus berkembang pesat.

Penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima pembangunan dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub telah dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (21/7/2026).

Read More

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, hibah tersebut bukan sekadar penyelesaian proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi bukti nyata kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

“Kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dudy dalam keterangan resminya.

Nilai hibah pembangunan dan pengembangan Bandara Maleo mencapai Rp177,99 miliar dengan luas area pekerjaan sekitar 54.011 meter persegi.

Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi penataan landasan pacu beserta Runway End Safety Areas (RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, hingga penyempurnaan marka landasan.

Setelah menerima hibah tersebut, Kemenhub akan melanjutkan peningkatan fasilitas bandara melalui penguatan perkerasan landasan pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi penerbangan dan alat bantu visual (visual aid).

Dengan peningkatan tersebut, Bandara Maleo nantinya diharapkan mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar tanpa mengabaikan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan.

Menurut Dudy, pengembangan Bandara Maleo merupakan langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas udara menuju kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.

Selain mempercepat mobilitas masyarakat, keberadaan bandara yang lebih representatif juga akan mendukung aktivitas pelaku usaha, tenaga kerja, serta distribusi logistik di kawasan Morowali yang menjadi salah satu sentra industri hilirisasi nikel di Indonesia.

PT Zhenshi Indonesia Industrial Park merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Zhenshi Holding Group. Perusahaan tersebut mengelola Kawasan Industri Huabao seluas sekitar 20.000 hektare di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.

Kawasan industri itu mengembangkan berbagai sektor, mulai dari rantai industri nikel, serat kimia ramah lingkungan, pengolahan makanan ramah lingkungan, hingga rantai pasok energi baru.

Pengembangan Bandara Maleo sendiri merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) Zhenshi Holding Group yang telah dimulai sejak November 2024.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts