Perempuan dan Pria Ribut di Bawah Ampera Viral di Medsos, Korban Lapor ke Polisi

Keributan perempuan dan pria di bawah Jembatan Ampera yang viral.

Palembang, Sumselupdate.com – Dunia maya kembali dihebohkan dengan video berdurasi 0.19 detik, tapi kali ini bukan karena perbuatan asusila melainkan keributan seorang perempuan dan pria, yang belakangan diketahui merupakan pedagang baju bekas atau lebih dikenal BJ di bawah Jembatan Ampera, Palembang.

Keributan ini sendiri sebenarnya telah terjadi semenjak Minggu (7/2/2021) lalu, tapi memang baru viral dan heboh di Instagram. Dalam rekaman video itu, seorang perempuan begitu emosional terhadap seorang pria, hingga mengeluarkan sebuah gunting untuk mengancam lelaki yang berada di depannya tersebut.

Tak hanya mengancam saja, perempuan tersebut juga memberikan bogem mentah ke arah laki-laki yang berada di depannya. Namun, lelaki tersebut tidak melakukan perlawanan sama sekali.

Selain video keributan tersebut, sebuah foto menunjukan bahwa laki-laki yang ribut dengan perempuan di bawah jembatan ampera tersebut mengalami luka tusuk di pelipis kirinya.

Belakangan diketahui, korban merupakan Fahrul Rozi alias Tomi (40) warga Jalan Sekanak, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Dikatakannya Tomi, jika ia sudah menjadi korban dari keganasan perempuan yang merupakan sesama pedagang di bawah Jembatan Ampera Palembang akhir pekan lalu.

“Dia bukan cuma mengancam, gunting itu benar-benar ditusukkan. Pelipis dan pundak kiri ditusuk oleh perempuan itu sampai harus ke rumah sakit,” ujar Tomi, Kamis (16/2/2021).

Akibat kejadian itu, Toni mengaku tidak bisa kembali berjualan dikarenakan terus diancam dengan tindakan kasar oleh pelaku.

“Banyak saksinya, setiap kami jualan selalu dikejarnya pakai gunting dan dilempar pakai batu. Bahkan ngancam mau nusuk kami,” lanjutnya.

Dirinya pun sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Ilir Timur 1 Palembang, beserta bukti visum yang dilakukan setelah kejadian tersebut.

“Belum ada tindak lanjutnya sampai sekarang, perempuan itu juga masih tetap berjualan disana sedangkan kami selalu di ancam saat mau berjualan,” katanya.

Disinggung soal penyebab keributan, ia menyebutkan jika hal itu cukup sepeleh, karena barang dagangan istrinya lebih laku dari pelaku. Diduga karena tidak senang, pelaku mulai menunjukkan kepada sang istri.

Selanjutnya, ia bertanya kepada pelaku yang menjadi persoalan dia dengan istrinya. Tapi, pelaku langsung marah dan bereaksi tak terkendali. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.