Palembang, Sumselupdate.com – Banyaknya koleksi kartu kuning dan kartu merah yang diterima para pemain Sriwijaya FC menjadi catatan negatif yang harus diperbaiki. Para pemain dituntut dapat bermain lebih sabar dan mampu mengendalikan emosi saat menghadapi pemain lawan di lapangan hijau.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyebut, para pemainnya harus lebih dingin dalam menghadapi kondisi seperti apapun. Dia tidak melarang untuk pemainnya emosi, namun tidak untuk berlebihan.
“Saya kasih tahu saja, emosi boleh namun emosi yang dingin, jangan berlebihan. Karena jika mereka mendapat hukuman akumulasi kartu maka tim yang akan dirugikan. Mereka tidak bisa bermain,” ujar Kas Hartadi, Jumat (13/9/2019).
Dia mengungkapkan, sudah beberapa kali dia harus menepikan pemain yang sebenarnya secara fisik sangat bugar namun tidak dapat bermain. Penyebabnya ialah karena kartu kuning yang diterima.
Sementara komposisi pemain yang ada saat ini jumlahnya terbatas. Dengan amunisi hanya 23 pemain, Kas Hartadi harus mampu memutar otak dengan memaksimalkan pemain yang tersedia. “Jadi saya minta pemain bisa lebih sabar. Sekalipun tensi permainan tinggi, namun tetap bisa mengontrol emosi,” ujar mantan pelatih Kalteng Putra itu.
Terkait perubahan jadwal pertandingan melawan PSPS Riau di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang yang dimajukan, Kas menganggapnya sebagai sebuah kerugian. Dia merasa tidak diuntungkan atas perubahan itu.
Di mana pada jadwal sebelumnya, Sriwijaya FC menjamu PSPS pada 17 September. Sementara jadwal terbaru, Laskar Wong Kito akan menjamu PSPS pada 16 September. Dengan jadwal yang sangat singkat ini, Kas menganggapnya sangat tidak ideal untuk mengembalikan kondisi kebugaran pemain.
Apalagi anak asuhnya baru saja menuntaskan tiga laga away secara beruntun dengan waktu yang sangat berdekatan. Terakhir, Sriwijaya FC baru saja menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Tangerang. Laga yang dimenangkan tuan rumah 1-0 itu baru saja selesai digelar, Kamis (12/9).
“Jadwal yang dimajukan ini jelas tidak menguntungkan. Kita baru saja menjalani tiga kali laga tandang, dan itu sangat melelahkan. Sementara pertandingan selanjutnya justru dimajukan. Jelas waktu persiapan ini sangat tidak ideal,” terangnya. (tra)











