Pasal Utang, Dua Pemuda di Palembang Terlibat Duel Maut, Satu Tewas

Pelaku Ridho mendapatkan perawatan intensif di RS BARI Palembang usai duel berdarah dengan rekannya, Jumat (3/12/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Dipicu masalah utang, dua pemuda di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terlibat duel maut menggunakan senjata tajam, hingga mengakibatkan satu di antara mereka meregang nyawa, Jumat (3/12/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Adalah Husni (36), warga Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, harus kehilangan nyawa setelah dada dan pahanya ditembus pisau dan clurit.

Husni menemui ajal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

Sedangkan seterunya Ridho (28), warga Jalan Ahmad Yani. Lorong Manggis, Kecamatan Jakabaring Palembang, dirawat di RS BARI Palembang lantaran mengalami luka di bagian kaki, paha, dan bagian tangannya.

Ditemui di RS BARI Palembang, Ridho mengatakan, peristiwa duel maut ini bermula ketika dia bertemu dengan Husni di lokasi kejadian.

Saat itu Ridho mengaku menanyakan utang sebesar Rp500 ribu yang dipinjam oleh korban Husni.

“Saya tanya baik-baik, tetapi dia malah marah dan mencekik saya. Kemudian kami berkelahi, namun dipisah oleh warga sekitar. Dia pun langsung pulang ke rumah,” ujar Ridho.

Melihat seterunya pulang ke rumah, Ridho pun langsung melakukan langkah yang sama pulang ke rumah guna mengambil pisau dan celurit.

“Saya sudah tahu kalau dia pulang mengambil senjata tajam. Makanya saya pulang juga mengambil pisau dan celurit. Saya keluar lagi, bertemu dengan dia dan terjadilah peristiwa itu,” ungkapnya.

Ia mengaku bersalah dan kesal melihat tingkah laku korban.

“Kesal Pak, setiap saya tagih korban bilang iya-iya saja. Tadi saya kesel sekali, akhirnya terjadilah cekcok mulut itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, kakak perempuan korban bernama Yani mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa adiknya.

Namun dia megaku mendapatkan kabar jika adiknya dilarikan ke rumah sakit.

“Saya pulang dari pasar, mendapatkan kabar kalau dia (Husni) sudah berdarah dan dibawa ke rumah sakit. Waktu di rumah sakit ternyata sudah meninggal. Setahu saya memang dia ada selisih paham,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya kejadian ini.

“Petugas Reskrim dan Inafis sudah mendatangi TKP baik di rumah duka dan RS Bari Palembang. Korban meninggal dunia saat dilarikan ke RS Muhamadiyah, sedangkan pelaku dilarikan Ke RS Bari Palembang dan sudah diamankan,” ujar Tri Wahyudi.

Usai mendapatkan perawatan di RS Bari Palembang, M Ridho, akhirnya dijemput ‘tim Beguyur Bae’ Opsnal Ranmor Polrestabes, Palembang dari RS Bari Palembang, Jumat (3/12/2021).

Meski masih terlihat sakit lantaran mengalami sejumlah luka sabetan senjata tajam yang dialami, Ridho pun langsung digiring ke Polrestabes, Palembang.

“Benar sekitar pukul 14.00 WIB, tadi pelaku kita jemput dari RS Bari Palembang, setelah diamankan dan digiring ke Polrestabes, Palembang,” ungkap Kompol Tri Wahyudi didampingi Kasubnit Opsnal Ranmor Iptu Jhoni Palapa.

Tri Wahyudi mengatakan, pelaku nekat melakukan aksi duel lantaran kesal dengan korban yang setiap ditagih utangnya hanya berjanji saja, namun tidak mau membayar utang.

“Dari keterangan tersangka, korban ini mengadaikan Hp sebesar Rp500 ribu dengan tersangka. Lalu selama empat hari korban pun tidak mau menebus HP-nya. Saat ditagih jawab korban iya-iya saja,” ujarnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.