Optimalkan PAD Palembang dari Pajak di 2021

Kantor BPPD tengah memberikan pelayanan.

Palembang, Sumselupdate.com –  Penerimaan Bea Perolehan Hasil Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sangat positif mampu mendongkrak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang tahun lalu.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin mengatakan, PAD 2020 terealisasi di angka 66,30 persen dari target Rp1,1 triliun berdasarkan APBD-P di 2020.

Bacaan Lainnya

“PAD tercapai Rp788,9 Miliar dari 11 item pajak yang di terima, tidak lepas dari sokongan  yang tetap baik di tahun lalu,” katanya, Jumat (8/1/2021).

Sulaiman mengatakan, capaian PAD ini tidak lepas dari taatnya masyarakat melakukan pembayaran PBB dan BPHTB.

“Tahun lalu PBB bisa tembus 91,76 persen, sumbangan dengan nilai Rp229,3 Miliar dan BHPTB Rp205,17 Miliar. Kedua item pajak ini secara nilai besar sumbangsinya terhadap perolehan,” katanya.

Meskipun diakui, dari sisi capaian bukan yang terbesar, seperti PBB yang capaiannya terbesar kedua setelah PPJ lampu jalan non PLN dan untuk BPHTB juga capaian hanya 42 persen tetapi dari sisi nilai penerimaan besar.

“PPJ Lampu Jalan Non PLN lebih besar capaian tapi nominal kecil. Sedangkan BPHTB walaupun tercapai 42 persen tapi target besar Rp482 Miliar, nilai ini juga dibanding  tahun 2019 ada perbaikan meski pandemik tapi banyak transaksi, sehingga penerimaan tetap besar,” katanya.

Dua item pajak ini menjadi penyokong di tengah pandemik yang menurunkan penerimaan di pajak-pajak yang selama ini sebagai sumber potensial, seperti item pajak hotel, parkir, hiburan, restoran, dan lainnya.

“Kita cari cela, karena kondisi pandemi, dari PBB dan BPHTB. Ini juga tidak lepas dari beberapa kebijakan seperti stimulus, keberatan, dan pengurangan, alhasil almudillah capaian baik,” ujarnya.

Pada 2021 dengan target yang ditetapkan di APBD sebesar Rp1,2 Triliun dapat optimal dengan sejumlah potensi yang akan di kembangkan.

“Perbaikan penerimaan pajak kita harapkan dengan segera pandemik selesai, pertama aktif lagi alat yang dipasang, etax karena ada yang tutup sementara karena Covid, dan menggali potensi pajak lain yang tidak banyak terpengaruh langsung pandemik,” katanya.

Sebelumnya, walikota palembang, Harnojoyo mengungkapkan, tahun ini dengan harapan mulai bangkitnya lagi perekonomian,  menetapkan target pajak tetap naik di APBD induk 2021. Kenaikan ini dihitung dari APBD 2020 yang semula sebesar Rp1,1 menjadi Rp1,2 Triliun.

“Kenaikan PAD 2021 kita akan barengi dengn peningkatan potensi  pajak, ataupin dari sumber – sumber baru yang dapat menjadi penerimaan daerah dari pajak, mengenai teknisnya BPPD lebih tau,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.