Nyaris Roboh, Warga Minta Proyek Dinding Pengaman Sungai Lematang Diperbaiki

NYARIS ROBOH-Kondisi proyek yang nyaris longsor, Senin (7/9/2020).

PALI, Sumselupdate.com-Proses pekerjaan proyek dinding pengaman Sungai Lematang yang ada di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berasal dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp12 miliar mengalami kendala.

Pasalnya, ada sekitar lebih kurang 10 meter dinding yang telah ditancapkan pihak pelaksana  bergerak dan nyaris roboh. Kejadian itu berlangsung sejak, Sabtu (5/9/2020).

Bacaan Lainnya

Atas kejadian itu, warga yang tempat tinggalnya berada di sekitar proyek khawatir tanah di bibir Sungai Lematang bergerak, dan ketika air sungai naik akan terjadi longsor.

“Kami minta beton yang sudah ditancapkan dicabut kembali. Kami takut saat ada warga mandi atau mencari ikan, beton itu roboh dan menimpa warga. Disamping itu, kami juga takut bibir sungai longsor. Kami juga minta beton yang nyaris roboh itu digeser dan dirapihkan kembali,” pinta Mat Nuris, salah satu warga yang lokasi rumahnya persis di dekat proyek pembangunan, Senin (7/9/2020).

Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyatakan, amblasnya titik proyek pembangunan dinding pengaman sungai karena struktur tanah labil.

“Diketahui bahwa proyek ini berasal dari hibah BNPB melalui APBD PALI. Panjang pekerjaan ini 297 meter. Namun, pada titik yang alami kendala itu, struktur tanah labil dan saat pekerjaan penancapan tiang tanah bergeser,” terang Junaidi Anuar.

Atas kejadian itu, Junaidi mengaku telah berkoordinasi dengan tim ahli dan pelaksana untuk memperbaikinya.

“Sebelum pembangunan telah kita survei dan lakukan analisa, namun mungkin pada titik tersebut dibawahnya ada aliran sungai. Titik itu bakal diperbaiki karena saat ini masih proses pekerjaan. Tiang beton yang telah ditancapkan bakal dicabut dan geser,” tukasnya.

Terpisah Oong, pelaksana lapangan mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang titik yang amblas.

“Melihat secara kasat mata memang kontur tanah labil dan perlu dikaji ulang. Kita akan cabut tiang yang telah tertancap dan akan kita rapikan,” katanya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.