Matahari Semburkan Suar Raksasa X1.0, NASA Peringatkan Gangguan Radio dan Navigasi di Bumi

Writer: - Jumat, 5 Juni 2026
Aktivitas Matahari terekam oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA saat menyemburkan suar matahari berkekuatan X1.0 yang memicu gangguan radio dan meningkatkan risiko badai geomagnetik di Bumi. (Foto; Sumselupdate.com/Nasa)

Los Angeles, Sumselupdate.com – Matahari kembali menunjukkan aktivitas tinggi setelah menyemburkan suar matahari (solar flare) berkekuatan X1.0 pada Rabu (3/6/2026), yang memicu gangguan komunikasi radio di sebagian wilayah Bumi serta meningkatkan potensi terjadinya badai geomagnetik dalam beberapa hari ke depan.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan suar matahari tersebut mencapai puncaknya pada pukul 07.28 waktu setempat atau sekitar pukul 18.28 WIB.

Read More

Fenomena itu berhasil direkam oleh Solar Dynamics Observatory (SDO), teleskop luar angkasa milik NASA yang secara khusus memantau aktivitas Matahari.

Suar matahari merupakan ledakan radiasi energi tinggi yang dilepaskan dari permukaan Matahari. Fenomena ini dapat memengaruhi berbagai sistem teknologi di Bumi, mulai dari komunikasi radio, jaringan listrik, hingga sistem navigasi satelit.

NASA menjelaskan bahwa suar matahari berkekuatan besar berpotensi mengganggu operasional wahana antariksa dan meningkatkan risiko bagi astronaut yang sedang menjalankan misi di orbit.

Sementara itu, Pusat Prakiraan Cuaca Antariksa Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) melaporkan bahwa suar X1.0 tersebut telah memicu pemadaman radio tingkat R2 atau kategori sedang pada wilayah Bumi yang saat itu sedang menghadap Matahari.

NOAA juga memperkirakan badai geomagnetik kelas G3 akan berlangsung hingga Jumat. Badai geomagnetik merupakan gangguan pada medan magnet Bumi akibat interaksi partikel bermuatan dari Matahari.

Meski umumnya tidak menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, badai geomagnetik dapat menyebabkan gangguan terbatas pada sistem teknologi tertentu, termasuk jaringan listrik, komunikasi, dan navigasi satelit.

Di sisi lain, fenomena ini juga berpotensi menghadirkan pemandangan aurora borealis yang lebih luas dari biasanya. NOAA memperkirakan cahaya utara tersebut dapat terlihat di sebagian besar wilayah Belahan Bumi Utara selama aktivitas geomagnetik masih berlangsung.

Para ilmuwan terus memantau perkembangan aktivitas Matahari untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap infrastruktur teknologi dan sistem komunikasi global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts