Iran Tuding AS Ingkari MoU Perdamaian, Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump Tak Sah

Writer: - Senin, 20 Juli 2026
Orang-orang menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Sumselupdate.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan kritik keras kepada Amerika Serikat (AS) dengan menyebut pelanggaran terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian sebagai bukti bahwa komitmen Presiden Donald Trump tidak memiliki nilai.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam pesan kepada rakyat Iran yang disiarkan media pemerintah pada Sabtu (18/7/2026), sebagaimana dilaporkan Xinhua –jaringan Sumselupdate.com, Minggu (19/7/2026).

Read More

Dalam pesannya, Khamenei mengatakan tindakan Washington yang kembali melanggar kesepakatan menunjukkan bahwa janji-janji pemerintah AS tidak dapat dipercaya.

“Pelanggaran berulang yang dilakukan Amerika Serikat terhadap MoU ini sekali lagi membuktikan kepada semua orang bahwa tanda tangan presiden AS tidak bernilai dan tidak sah,” kata Khamenei.

Ia juga menuduh AS kembali menunjukkan wajah aslinya melalui tindakan yang dinilai mengingkari komitmen internasional.

“Pengalaman pahit dari kejahatan dan pengingkaran janji ini menjadi bukti lain mengenai kebohongan, ketidakrasionalan, dan sifat AS yang tidak dapat dipercaya,” ujarnya.

Khamenei memperingatkan bahwa jika Washington terus meningkatkan tekanan dan aksi militer terhadap Iran, maka AS akan menghadapi konsekuensi yang disebutnya sebagai “pelajaran yang tidak akan terlupakan” dari Iran dan kelompok-kelompok yang tergabung dalam front perlawanan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, meskipun sebelumnya Iran dan AS telah menandatangani MoU yang mengatur dimulainya perundingan lanjutan dalam waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, situasi kembali memanas setelah AS melancarkan sejumlah serangan terhadap sasaran di Iran. Sebagai balasan, Iran mengklaim menyerang sejumlah pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, pada Sabtu menyatakan bahwa Teheran telah menghentikan pelaksanaan kewajibannya berdasarkan MoU tersebut.

Menurut Gharibabadi, keputusan itu diambil karena Washington dinilai lebih dahulu melanggar komitmen yang telah disepakati dalam nota kesepahaman tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait tuduhan Iran mengenai pelanggaran MoU maupun keputusan Teheran menghentikan kepatuhannya terhadap kesepakatan tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts