Teheran, Sumselupdate.com – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan Iran telah menerima banyak pesan dari sejumlah negara tetangga terkait gagasan pembentukan skema keamanan baru dan peningkatan kerja sama ekonomi di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf melalui unggahan di platform X pada Sabtu (22/8).
Menurut Qalibaf, perkembangan itu menunjukkan adanya dorongan dari negara-negara kawasan untuk membangun tatanan keamanan yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada kekuatan eksternal.
Ia juga menuding Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan risiko keamanan bagi negara-negara sekutunya di kawasan melalui kebijakan yang dinilainya mengabaikan kepentingan mereka demi Israel.
“AS menempatkan keamanan setiap sekutunya dalam risiko besar melalui intimidasi dan pengabaian penuh terhadap kepentingan mereka demi Israel,” kata Qalibaf dalam unggahannya.
Qalibaf menegaskan Iran memandang terbentuknya tatanan kawasan yang mandiri dan independen sebagai salah satu jalan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan yang lebih berkelanjutan di Timur Tengah.
“Tatanan kawasan yang mandiri dan independen merupakan hal yang benar-benar akan mewujudkan perdamaian dan keamanan,” ujarnya.
Pernyataan Qalibaf disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan AS dan Israel.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara kawasan.
Ketegangan tersebut turut meningkatkan kekhawatiran negara-negara Teluk Arab terhadap dampak konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Sejumlah laporan media yang mengutip pejabat regional menyebutkan negara-negara Teluk Arab merasa frustrasi terhadap Washington. Mereka menilai AS telah memulai konflik, tetapi pada saat yang sama dinilai gagal memberikan perlindungan yang memadai kepada negara-negara sekutunya di kawasan.
Dalam situasi tersebut, Iran berupaya mendorong gagasan penguatan kerja sama regional, baik dalam bidang keamanan maupun ekonomi.
Jika terealisasi, pembentukan skema keamanan baru yang melibatkan negara-negara kawasan berpotensi mengubah dinamika geopolitik Timur Tengah dan mengurangi ketergantungan sejumlah negara terhadap kekuatan eksternal.
Namun, sejauh ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai negara mana saja yang telah mengirimkan pesan kepada Iran maupun bentuk konkret skema keamanan dan kerja sama ekonomi yang tengah dibahas.
(**)











