East Rutherford, Sumselupdate.com – Suasana panas mewarnai berakhirnya final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Keributan nyaris pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan menyusul kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Laga final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan duel sengit selama 120 menit, tetapi juga diwarnai insiden panas setelah pertandingan usai.
Kericuhan bermula ketika gelandang Argentina Leandro Paredes terlihat mencekik bek Spanyol Eric García di tengah lapangan. Aksi tersebut langsung memicu reaksi pemain kedua tim hingga terjadi saling dorong.
Melihat situasi mulai memanas, pelatih Argentina Lionel Scaloni bersama jajaran staf kepelatihan, termasuk Walter Samuel, segera masuk ke lapangan untuk menenangkan para pemain.
Di tengah keributan, Thiago Almada berusaha menahan Paredes agar tidak semakin terpancing emosi. Namun, Paredes kembali terlibat insiden dengan mendorong gelandang Spanyol Gavi hingga terjatuh di tengah kerumunan pemain.
Ketegangan juga terjadi di area lain lapangan. Bek senior Argentina Nicolás Otamendi dilaporkan menolak berjabat tangan dengan Rodri sembari melontarkan sindiran kepada pemain Spanyol tersebut.
Meski sempat berlangsung panas, situasi akhirnya dapat dikendalikan oleh ofisial dan staf kedua tim. Prosesi penyerahan medali pun berjalan lancar dengan para pemain kembali menunjukkan sikap sportif melalui saling berjabat tangan.
Usai pertandingan, Lionel Scaloni mengaku kecewa karena gagal mempertahankan gelar juara dunia yang diraih Argentina pada edisi sebelumnya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya hingga mencapai partai final.
“Saya merasa sedih, tapi kami telah memberikan segalanya,” ujar Scaloni, dikutip dari Infobae.
Scaloni juga mengakui bahwa Spanyol tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut.
“Spanyol lebih baik, itu faktanya. Tapi perjalanan kami hingga final ini sangat berarti dan layak diapresiasi,” katanya.
Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández menerima kartu merah akibat kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua.
Kondisi itu membuat La Albiceleste kesulitan menghadapi tekanan Spanyol hingga akhirnya kebobolan gol Ferran Torres pada menit ke-106.
“Kami harus belajar menerima kekalahan dan bangkit lagi. Ini sulit, tapi kami sudah memberikan segalanya di lapangan,” tutup Scaloni.
(**)











