Mantan Calon Walikota Palembang Sarimuda Diamankan di Polda Sumsel Terkait Kasus Penipuan Jual Beli Tanah

Ketua Forum Amal Kemanusiaan (Fakem) Palembang Darussalam, Ir Sarimuda

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Mantan Calon Walikota Palembang H Sarimuda diamankan anggota Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (4/11/2021).

Read More

Kasubdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Tri Martono membenarkan jika Sarimuda yang merupakan Direktur PT SMS telah diamankan petugas di Polda Sumsel.

“Iya, semalam kita amankan Sarimuda dalam kasus tipu gelap tanah tahun 2019,” ujar Tri Martono saat dihubungi, Jumat (5/11/2021).

Tri Martono belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai ditahannya Sarimuda di Mapolda Sumsel.

“Untuk keterangan lebih lanjut akan saya bagikan dengan rekan media, namun tunggu sebentar,” katanya.

Senada dengan AKBP Tri Martono, Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan membenarkan penahanan terhadap Sarimuda.

“Benar, terhitung dari tadi malam kita sudah melakukan penahanan terhdap saudara S dan menjalani penahanan di penyidik,” katanya.

Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan.

Ia mengungkapkan bahwa Sarimuda terjerat atas laporan pasal 372 dan 378 KUHP laporan dari saudara Anto lawyer di Palembang.

Menurut Hisar, selain Sarimuda ikut diamankan rekan tersangka yakni Margono Mangku Negoro.

Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Sumsel.

“Kita lakukan penahanan terhadap dirinya. Dan ada satu lagi tersangka berinisial M,” jelasnya.

Peristiwa ini berawal korban membeli sebidang tanah seluas 26 hektar di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muaraenim kepada Margono dan Irwan Safrizal dengan harga Rp26 miliar.

Di mana tanah tersebut telah memilki sertifikat hak milik sebanyak tujuh persil.

Pada saat menjualkan bidang tanah tersebut Margono tidak bertemu langsung dengan korban, akan tetapi melalui perantara Sarimuda.

Sebelum tanah tersebut dibeli, tersangka Sarimuda menyakinkan korban dan mengatakan tanah tersebut aman dan tidak bermasalah dan ditambah dengan surat pernyataan yang dibuat Margono.

Setelah dilakukan pembelian dan pembayaran ternyata bidang tanah tersebut tidak dikuasai oleh korban karena ada halangan dari masyarakat.

Di mana sejumlah warga mengakui sebidang tanah tersebut milik mereka dan ada salah satu SHM Nomor 35 masih dalam PTUN dan tidak dapat diproses balik oleh korban. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.