Kolektor PT Colombus Tewas Dibunuh

Jasad Awaludin saat hendak dikebumikan menuju tempat kelahiranya Desa Kedondong Kecamatan Peninjauan OKU.

Baturaja, Sumselupdate.com – Sungguh tragis akhir hidup Awaludin (33) bin Hamsin, warga Desa Kedondong, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU.

Warga Jalan Dr Sutomo Lubuk Rambai, Kecamatan Baturaja Timur yang kesehariannya berprofesi kolektor PT Colombus Baturaja  ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang, Kamis (21/1).

Read More

Informasi yang berhasil dihimpun, mayat korban ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di kebun kopi milik warga Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim.

Jasad pria yang memiliki satu anak ini pertama kali ditemukan oleh  Herliyanto Bin Sarkawi (28) dan rekannya Hirul Aprizal (25), keduanya warga Desa Ulak Lebar, Kecamatan Ulu Ogan yang saat kejadian hendak ke kebun.

“Sebelum kejadian kami melihat ada bekas roda motor dari pinggir sampai ke tengah kebun dan kami juga melihat ada bekas benda yang diseret menuju ke tepi Sungai Asam Kumbang Desa Bedegung,” ungkap  Herliyanto kepada petugas Polsek Ulu Ogan.

Karena curiga, lanjut Herliyanto, dirinya berserta rekannya Hirul kemudian mengikuti jejak mencurigakan tersebut. Dan ternyata di dekat sungai tersebut keduanya mendapati jasad korban yang sudah dalam kondisi terbujur kaku.

“Ketika kami melihat ada jasad manusia di sana, kami kaget dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Kepala Desa Pedataran yang kemudian langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Ulu Ogan,” ungkap Herli.

Mendapati laporan, aparat kepolisian meluncur ke TKP dan mengevakuasi jasad korban yang ditemukan di aliran sungai dengan akses yang cukup curam.

Hasil analisa awal, diketahui terdapat bekas kekerasan pada tubuh korban. Pada wajah korban didapati ada bekas luka sayatan pada pelipis kanan dan batang hidung.

“Dugaan sementara korban dianiaya kemudian dibuang dengan cara diseret. Kita menemukan ada bekas darah pada sejumlah potongan kayu yang dilakukan oleh pelaku untuk menggeret korban,” kata Duarsyah, Kapolsek Pengandonan saat dijumpai di lokasi penemuan mayat tersebut.

Menurutnya, tempat ditemukannya mayat masuk wilayah Polsek Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim. Namun pihaknya masih akan terus melakukan koordinasi untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Dari informasi di lapangan, korban Awaludin bersama sejumlah rekannya sebelum peristiwa pembunuhan tersebut tengah melakukan tagihan ke sejumlah pelanggan di Kecamatan Ulu Ogan pada Rabu (20/1).

Pukul 17.00 korban masih sempat berjumpa sejumlah rekannya yamg melakukan tagihan. “Prediksi kita korban dibunuh sekitar pukul 18.00 sore, karena sebelumnya masih sempat berkomunikasi dengan rekan seprofesinya,” ujar Duarsyah.

Kapolres OKU AKBP Dover Christian, SIk, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Rivanda, SIk saat dikonfirmasi membenarkan ada penemuan mayat yang kemudian diketahui bernama Awaluddin (33) yang tak lain merupakan karyawan PT Colombus Baturaja bagian penagihan.

“Memang benar ada warga Baturaja yang ditemukan warga tewas di Desa Bedegung. Namun karena lokasi tempat kejadian perkara (TKP) merupakan wilayah Muaraenim maka untuk penyelidikan dilakukan oleh Polsek Tanjung Agung. Sementara untuk Polres OKU sendiri sifatnya hanya membantu,” kata dia.

Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Agung dan Polsek Ulu Ogan hingga kini masih mendalami motif pembunuhan. Polisi menilai ada aksi kriminal lain selain pembunuhan yang dialami korban.

Kapolsek Tanjung Agung AKP Alfian HN saat dijumpai disekitar lokasi penemuan jenazah tersebut menilai, jasad korban sengaja dibuang ke dasar jurang diduga untuk menghilangkan jejak.

Selain pembunuhan, pihaknya menilai ada unsur pencurian dengan diawali tindak kekerasan.

“Motor yang dikendarai korban termasuk sejumlah barang berharga hilang, dan yang kita dapati hanya jasad dengan pakaian yang melekat di badan. Kuat dugaan ini ada kaitannya dengan aksi perampokan, namun kita masih akan mendalami hal ini,” tuturnya.

Menurutnya, motor yang dikendarai korban jenis Honda Beat dengan nopol BG 5364 FA raib. Selain itu, diketahui sejumlah uang, dua  unit ponsel serta serba berbagai dokumen penting lainnya pun lenyap.

Hal ini lah yang membuat polisi berasumsi jika adanya indikasi kriminal lain selain pembunuhan. “Termasuk dari pihak Columbus pun akan kita mintai keretangan, data tagih,” katanya. (wid)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.