Kasus Pembunuhan Penyadap Karet di OKU Terungkap, Ternyata Ini Motif Pelaku Menghabisi Korban

Writer: - Senin, 4 Agustus 2025
Kapolres OKU, AKBP Endro saat press realese di Mapolres OKU, Senin (4/8/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Baturaja, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Dusun V Suban, Desa Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, akhirnya terungkap.

Ini setelah pelaku pembunuhan dua penyadap karet Bernama Ritamah (55), warga Desa Lubuk Baru, Kecamatan Sosoh Boay Rayap dan melukai Eflin (25) pada 29  Juli 2025 lalu, akhirnya berhasil diringkus.

Read More

Tersangka Misran alias Pran alias Gang (45), warga Desa Negeri Sindang, Kecamatan Sosoh Buay Rayap OKU disergap petugas sesaat hendak menaiki travel di kawasan  Pasar Atas pada MInggu, 3 Agustus 2025.

Misran saat digelandang petugas, hendak melarikan diri ke Kabupaten OKU Selatan.

Kapolres OKU, AKBP Endro mengatakan, jika motif Misran dalam menghabisi Ritamah, karena ia takut aksinya hendak merudapaksa wanita berusia 55 tahun itu terbongkar.

Baca Juga: 2 Penyadap Karet di OKU Dibacok Pakai Kapak, 1 Tewas, Motif Masih Misteri

“Pelaku ingin merudapaksa Ritamah, karena hasratnya muncul ketika ia melihat Ritamah sedang ganti pakaian saat pelaku melintas dì depan rumah korban,” ungkap Kapolres saat press realese dì Mapolres OKU, Senin 4 Agustus 2025.

Tersangka Misran alias Pran alias Gang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Setelah menghabisi Ritamah, dan menganiaya Eflin, Misran langsung kabur ke Kawasan Bukit Besar Kota Palembang.

Setelah merasa aman, tersangka kembali lagi ke Kota Baturaja. Nah, saat hendak kabur Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, pelarian tersangka terhenti dan berhasil ditangkap aparat.

Baca Juga: Jenazah Ibu dan Anak Korban Pembunuhan Sadis di Bukit Baru Dimakamkan Dalam Satu Liang

Atas perbuatan kejinya, warga Desa Negeri Sindang Kecamatan Sosoh Buay Rayap ini terancam lima tahun penjara.

Sementara kepada awak media, Misran mengaku nekat menghabisi nyawa Ritamah karena takut aksinya dilaporkan ke warga atau keluarga korban.

Sedangkan penganiayaan terhadap Eflin diakuinya, karena khawatir Eflin mengetahui aksinya saat menghabisi Ritamah. Karena pondok Ritamah dan Eflin berdekatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts