Karena Tanah Warisan, Kakek dan Nenek Dipenjara

Palembang, Sumselupdate.com – Sepasang kakek nenek bernama Anang (53) dan Yohana (51), harus mendekam di balik prodeo Mapolsek Kertapati Palembang, Senin (19/9/2016).
Keduanya ditangkap karena melakukan penganiayaan dan pengancaman yang dipicu masalah warisan tanah peninggalan orangtua.

Tersangka Yohana diamankan lantaran nekat menganiaya korban adik suaminya,
Maya (48) dengan tongkat alat bantu berjalan. Sedangkan, Anang ditangkap
karena mengancama Asrul (37) pakai Samurai.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun, peristiwa itu berawal ketika korban Maya tak meminta
izin membuat WC Umum di tanah warisan, Selasa (13/9) lalu. Yohana yang
mengetahui itu langsung menemui Maya dan melakukan penganiayaan tersebut.

Di TKP yang masih berada di tempat tinggalnya di Jalan Nilakandi, Kelurahan
Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang, Yohana nekat memukul tubuh
korban dengan tongkat alat bantu berjalan warna silver hingga memar.

Kemudian, Yohana pulang ke rumahnya sambil menangis. Sang suami, Anang yang
baru pulang bekerja dan mengetahui istrinya menangis langsung menanyakan
dan emosi. Di sana, Anang langsung pergi menemui korban Asrul dan mengayunkan Samurai tersebut ke arah korban. Beruntung korban mengelak hingga tak mengalami luka.

“Saya ini yang ngurus tanah warisan itu. Tiba-tiba Maya itu bangun WC di
sana tanpa izin. Jadi kami ribut (berantem-red) dan saya dicakar. Waktu
pulang ke rumah saya nangis, di sana suami saya kesal dan emosi,” kata
tersangka Yohana ini.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati Palembang Iptu Deli Haris mengatakan,
kedua tersangka ini ditangkap berdasarkan dua laporan yang berbeda. Untuk motifnya karena diduga ribut masalah tanah warisan.

“Akibat ulahnya, kini tersangka Yohana ini dikenakan Pasal 351 KUHP. Sedangkan suaminya, Anang bakal dijerat Pasal 335 KUHP,” tutupnya. (man)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.