Kapal Berpenumpang WNI Tenggelam di Johor, 8 Jenazah Ditemukan

kapal tenggelam (ilustrasi)

Kualalumpur, Sumselupdate.com– Sebuah kapal bermuatan 60 orang dilaporkan tenggelam di bagian selatan Johor, Malaysia. Saat ini sebanyak 8 jenazah WNI berhasil ditemukan sementara 20 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Peristiwa tenggelamnya kapal ini terjadi Sabtu (23/7) pukul 21.45 malam waktu setempat. Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) melaporkan, tim pencari dan penyelamat menemukan jenazah 2 pria dan 2 wanita pada Minggu sore. Sementara 4 jenazah lainnya telah ditemukan pada Sabtu malam.

Bacaan Lainnya

Dilansir Channel News Asia, Minggu (24/7), otoritas Malaysia menjelaskan, kapal tersebut tenggelam di tengah perjalanan ke dekat kawasan Batam.

“Sebanyak 34 korban berhasil diselamatkan. Mereka kini berada di Imigrasi Johor sementara jenazah korban tewas masih berada di pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar otoritas setempat.

34 korban yang selamat diyakini merupakan imigran ilegal. Mereka terdiri dari 26 laki-laki dan 8 perempuan dengan rata-rata usia 20 hingga 50 tahun.

Kepala Polisi Kota Tinggi, Rahmat Othman mengatakan, operasi SAR kini tengah dilakukan dan berfokus pada jarak tiga mil dari bibir pantai.

Sementara itu, Direktur Imigrasi Kementerian Luar Negeri Malaysia, Datuk Rohaizi Bahari, mengatakan para imigran ilegal tersebut membayar senilai RM 500 hingga RM 1.200 ke nakhoda, baik lokal maupun asing untuk menumpangi kapal. Ia tidak menjelaskan secara rinci asal dari imigran ilegal tersebut.

Datuk Bahari menambahkan, para imigran tersebut dikumpulkan di sebuah kawasan hutan sebelum akhirnya dibawa berlayar menggunakan rute yang tidak dijelaskan.

“Para korban mengatakan, kapal itu dihantam gelombang besar setinggi satu sampai dua meter sehingga menyebabkan kapal tenggelam. Mereka kemudian diselamatkan oleh warga desa dan MMEA, sebelum diserahkan kepada polisi,” ujar Datuk Bahari.

Berdasarkan pemeriksaan awal, hanya 3 dari 34 korban selamat yang memiliki paspor. Sementara sisanya, tidak satu pun memegang dokumen perjalanan sah.

Ditambahkan lebih lanjut oleh Datuk Bahari, korban selamat akan dirujuk ke Konsulat Indonesia untuk proses dokumentasi dan repatriasi. (shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.