Iran, Arab Saudi, dan Oman Sepakat Jaga Keamanan Selat Hormuz, Diplomasi Regional Diperkuat

Writer: - Rabu, 29 Juli 2026
Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)

Teheran, Sumselupdate.com – Iran, Oman, dan Arab Saudi sepakat meningkatkan upaya diplomatik bersama untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam percakapan telepon terpisah antara Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud pada Senin (27/7) malam waktu setempat.

Read More

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang dirilis Selasa (28/7), ketiga menteri menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dan mendorong diplomasi untuk memastikan stabilitas kawasan.

Mereka juga menyerukan langkah bersama guna menghilangkan ketidakamanan di Selat Hormuz yang, menurut Iran, dipicu oleh tindakan militer Amerika Serikat (AS).

Pembicaraan tersebut merupakan tindak lanjut dari perundingan Iran dan Oman di Teheran pada 24–25 Juli 2026 yang membahas keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya mengatakan kedua negara bertukar pandangan mengenai prinsip-prinsip dan mekanisme pengelolaan lalu lintas pelayaran dengan tetap menghormati hak kedaulatan negara-negara pesisir.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi lintasan utama ekspor minyak serta gas dari kawasan Timur Tengah menuju pasar global.

Upaya diplomatik tersebut dilakukan setelah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam beberapa hari terakhir, militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone yang menyasar pangkalan serta fasilitas militer AS di kawasan.

Meski demikian, bentrokan kedua pihak dilaporkan telah mereda, sementara negara-negara kawasan berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu keamanan pelayaran internasional dan stabilitas regional.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts